2,6-Diisopropylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk membangun struktur molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam kategori bahan pembangun kimia, khususnya dalam kelompok non-heterosiklik. Sebagai bahan dasar, 2,6-Diisopropylphenol memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi, oksidasi, dan reaksi lainnya yang memerlukan struktur fenolik sebagai inti.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sensitif terhadap oksidasi dan reaksi kimia yang berlebihan. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam laboratorium yang membutuhkan bahan dengan sifat reaktif namun terkendali. Selain itu, struktur fenoliknya memberikan kestabilan yang baik dalam berbagai kondisi reaksi.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Diisopropylphenol digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru yang memerlukan struktur fenolik sebagai dasar. Bahan ini juga sering digunakan dalam pembuatan senyawa intermediet dan bahan baku untuk produk kimia industri.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorescent Probes for the Characterization of Two Specific Drug Binding Sites on HSA 2025-04-01 · hal. 4
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 44
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik untuk membangun struktur kompleks
- Cocok untuk reaksi substitusi pada posisi fenolik
- Berguna dalam pengembangan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan kimia
- Dapat dimanfaatkan dalam penelitian tentang aktivitas biologis senyawa fenolik
- Dapat menjadi bahan baku dalam produksi senyawa intermediet kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2078-54-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
2,6-Diisopropylphenol harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta oksidator. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan dan harus disimpan dalam ruangan yang sejuk dan kering. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.
- Simonyi (2021). Molecule Story: 2,6-Diisopropylphenol. ChemViews doi:10.1002/chemv.202100065
- Hein dkk. (1996). Diisopropylphenol, Zur Geschichte eines bemerkenswerten pharmakons. Erste mitteilung : Frühe Quellen / Diisopropylphenol, L'histoire d'un médicament remarquable. Communication première : des sources anciennes. Revue d'histoire de la pharmacie doi:10.3406/pharm.1996.6259
- LOU dkk. (2009). ETHYLENE-1-HEXENE COPOLYMERIZATION WITH A 2,6-DIISOPROPYLPHENOL MODIFIED SUPPORTED ZIEGLER-NATTA CATALYST. Acta Polymerica Sinica doi:10.3724/sp.j.1105.2009.00748
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Referensi dari brosur TCI
- Jamie Ghuman. Structural Basis of the Drug-binding Specificity of Human Serum Albumin Journal of Molecular Biology, 2005. doi:10.1016/j.jmb.2005.07.075
- Masaki OTAGIRI. Study on Binding of Drug to Serum Protein YAKUGAKU ZASSHI, 2009. doi:10.1248/yakushi.129.413

