2-Chloroethyl Isocyanate (TCI I0293) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan ikatan karbon-nitrogen atau reaksi substitusi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reaktan penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa dengan struktur kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat reaktif yang tinggi, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang cepat dan efisien. Karena sifat ini, 2-Chloroethyl Isocyanate sering dipilih dalam reaksi yang memerlukan aktivasi kimia tinggi. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru atau modifikasi struktur molekul. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai bidang ilmu kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi substitusi untuk modifikasi struktur molekul organik
- Pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis tinggi dalam penelitian farmakologi
- Reaksi penggabungan untuk pembentukan ikatan karbon-nitrogen dalam sintesis kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas dan mekanisme kimia dalam laboratorium kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1943-83-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
2-Chloroethyl Isocyanate harus disimpan dalam wadah tertutup yang rapat dan jauh dari sumber panas serta paparan udara. Bahan ini sangat reaktif dan berbahaya jika tidak ditangani dengan hati-hati. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau logam. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditempatkan di area yang terkunci dan hanya diakses oleh personel yang terlatih. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini.
- Mackey dkk. (2023). Continuous extraction of 2-chloroethyl isocyanate for 1-(2-chloroethyl)-3-cyclohexylurea purification. Chemical Engineering and Processing - Process Intensification doi:10.1016/j.cep.2022.109225
- Dinoiu dkk. (2005). Reactions of 4‐Hydroxy‐3,5‐di‐tert‐butylbenzylhydrazine with β‐Chloroethyl Isocyanate and Isothiocyanates.. ChemInform doi:10.1002/chin.200537161
- Mantzara dkk. (2024). Synthesis and characterization of statistical and block copolymers of n‐hexyl isocyanate and 2‐chloroethyl isocyanate via coordination polymerization. Journal of Polymer Science doi:10.1002/pol.20230343
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
