Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2904-40-7

Bis(2-carboxyethyl) Isocyanurate TCI I0584

Bis(2-carboxyethyl) Isocyanurate TCI I0584

Identitas Kimia

No. CAS
2904-40-7
PubChem
CID 223763·SID 87571927
Rumus molekul
C9H11N3O7
Berat molekul
273.20 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-[3-(2-carboxyethyl)-2,4,6-trioxo-1,3,5-triazinan-1-yl]propanoic acid
SMILES
C(CN1C(=O)NC(=O)N(C1=O)CCC(=O)O)C(=O)O
InChIKey
JCUMQTAAEUDUPK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.140.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.140.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0584 Bis(2-carboxyethyl) Isocyanurate adalah balok bangun heterosiklik yang terdiri atas inti isosianurat dengan dua lengan asam propionat (2-karboksietil) terikat pada dua atom nitrogen cincin, sementara satu atom nitrogen sisanya tetap berupa gugus N–H bebas. Struktur ini menjadikannya sebuah asam dikarboksilat sekaligus penyedia satu titik reaksi tambahan yang berbeda sifatnya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai monomer dan penghubung (linker) untuk membangun poliester, poliamida, maupun kerangka koordinasi, serta sebagai gugus inti pada rancangan molekul yang membutuhkan cincin triazina-trion yang tahan panas.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah keberadaan tiga jenis gugus fungsi yang dapat dibedakan reaktivitasnya dalam satu molekul kompak. Dua gugus karboksilat siap diesterifikasi, diamidasi, atau diaktifkan menjadi klorida asam dan ester aktif, sedangkan N–H bebas dapat dialkilasi terpisah sehingga arsitektur tak simetris pun dapat dirancang. Inti isosianurat sendiri dikenal kaku, kaya nitrogen, dan stabil secara termal, sifat yang banyak dicari pada material tahan panas dan pada penelitian formulasi tahan api. Lengan etilena di antara cincin dan gugus karboksilat memberi kelenturan secukupnya sehingga rantai polimer yang terbentuk tidak terlalu getas, sebuah keseimbangan yang berguna dalam kajian sifat mekanik material.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini biasanya dijumpai pada kelompok riset kimia polimer dan material di perguruan tinggi serta lembaga penelitian, juga pada unit pengembangan produk industri pelapis dan perekat yang menjalankan percobaan skala bangku. Tersedianya dua ukuran kemasan menjawab dua pola kebutuhan yang berbeda: 25 gram untuk tahap eksplorasi dan pembuatan sampel awal, sedangkan 500 gram untuk pekerjaan berulang, sintesis polimer berseri, atau uji formulasi yang menuntut pasokan bahan konsisten dari satu lot yang sama.

  • Monomer poliester dan poliamida: dua gugus karboksilat bereaksi dengan diol atau diamina sehingga rantai polimer dengan inti isosianurat kaya nitrogen terbentuk.
  • Penghubung (linker) polimer koordinasi: pasangan karboksilat mampu menjembatani pusat logam, berguna pada kajian kerangka organik-logam dan bahan berpori skala laboratorium.
  • Sintesis senyawa tahan api berbasis nitrogen: kandungan nitrogen pada inti triazina-trion menjadi dasar kajian aditif penghambat nyala dalam formulasi eksperimental.
  • Pengikat silang untuk resin epoksi: gugus karboksilat bereaksi dengan cincin epoksida, membentuk jaringan ikatan silang yang dapat diuji sifat termal dan mekaniknya.
  • Balok bangun farmasi dan turunan bioaktif: N–H bebas serta dua karboksilat memungkinkan konjugasi bertahap dengan amina, peptida, atau pembawa molekul lain.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 2904-40-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan kristalin pada suhu ruang; keterangan lot mengacu pada lembar analisis kemasan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari kelembapan

Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terhindar dari kelembapan udara yang tinggi — kondisi yang perlu diperhatikan khusus di banyak laboratorium Indonesia dengan kelembapan lingkungan yang besar. Padatan asam dikarboksilat mudah menyerap uap air sehingga bobot timbangan dapat bergeser; gunakan desikator bila bahan akan dipakai untuk perhitungan stoikiometri yang ketat. Pisahkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi di rak penyimpanan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, dan kerjakan di ruang berventilasi baik untuk mencegah terhirupnya debu halus. Bersihkan tumpahan dengan cara disapu kering, lalu buang melalui jalur limbah kimia yang berlaku.

  • Zhao dkk. (2023). Photochromism of two 1D coordination polymers constructed by two ligands of 1-carboxyethyl-4,4′-bipyridinium and N,N′-bis(carboxyethyl)-4,4′-bipyridinium. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2023.136552
  • Zhao dkk. (2021). The modulation effect of pi–pi interactions on the electronic and photochromic properties of viologen complexes containing N , N ′-bis(carboxyethyl)-4,4′-bipyridinium. RSC Advances doi:10.1039/d1ra02469h
  • (2014). Heterofunctional Condensation of α,ω - Bis (Aminodimethylsilil) Tetramethyl - Cyclodisilazanes With Dichloranhydride Tereftalic Acids and α,ω - Bis (β - Carboxyethyl) Dimethylsiloxanes. European Reviews of Chemical Research doi:10.13187/ercr.2014.1.22

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.