2-Isopropyl-2-oxazoline adalah monomer heterosiklik beranggota lima yang mengandung atom nitrogen dan oksigen dalam satu cincin, dengan gugus isopropil terpasang pada posisi kedua. Senyawa ini merupakan bahan baku utama polimerisasi pembukaan cincin kationik yang menghasilkan poli(2-isopropil-2-oksazolin). Polimer tersebut termasuk keluarga polioksazolin, yaitu golongan polimer yang banyak diteliti sebagai alternatif polietilena glikol untuk keperluan biomedis karena sifatnya yang mudah larut, dapat ditoleransi dengan baik, serta dapat dirancang panjang rantainya secara teliti.
Daya tarik monomer ini terletak pada kombinasi kemudahan polimerisasi dan sifat termorespons polimer yang dihasilkannya. Polimerisasi pembukaan cincin kationik berlangsung secara terkendali dan bersifat hidup, sehingga peneliti dapat mengatur bobot molekul, memperoleh sebaran bobot yang sempit, serta membangun struktur blok atau gugus ujung tertentu sesuai rancangan. Poli(2-isopropil-2-oksazolin) sendiri dikenal menunjukkan perilaku suhu larutan kritis bawah di dalam air, yaitu berubah dari larut menjadi mengendap ketika dipanaskan melewati ambang tertentu. Sifat itu menjadikannya menarik untuk sistem pintar yang menanggapi rangsangan suhu.
Di Indonesia, monomer ini diminati oleh laboratorium kimia polimer, riset penghantaran obat, dan pengembangan bahan biomedis di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian nasional. Kemasan 5 g memadai untuk percobaan polimerisasi skala penelitian, optimasi perbandingan monomer terhadap inisiator, serta pembuatan seri cuplikan polimer dengan panjang rantai yang beragam untuk dibandingkan sifatnya.
- Polimerisasi pembukaan cincin kationik terkendali, karena sifat polimerisasinya yang hidup memungkinkan pengaturan bobot molekul dan sebaran yang sempit.
- Pembuatan polimer termorespons, sebab poli(2-isopropil-2-oksazolin) memperlihatkan peralihan larut menjadi tidak larut pada pemanasan yang berguna bagi sistem pintar.
- Riset penghantaran obat, mengingat polioksazolin dipelajari luas sebagai pengganti polietilena glikol dengan sifat hidrofilik dan biokompatibilitas yang menjanjikan.
- Sintesis kopolimer blok amfifilik, karena monomer ini mudah dirangkaikan dengan oksazolin lain untuk membentuk misel maupun struktur berkumpul sendiri.
- Modifikasi permukaan bahan biomedis, sebab lapisan polioksazolin dapat menekan penyerapan protein yang tidak diinginkan pada antarmuka perangkat medis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10431-99-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, terlindung cahaya dan kelembapan, sesuai anjuran pada label |
Simpan 2-Isopropyl-2-oxazoline dalam wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk dan gelap, sebaiknya pada lemari pendingin laboratorium bila label menganjurkan. Monomer oksazolin peka terhadap air dan asam karena keduanya dapat memicu pembukaan cincin yang tidak dikehendaki, sehingga penyimpanan di bawah gas lembam seperti nitrogen atau argon sangat dianjurkan bila akan dipakai untuk polimerisasi terkendali. Ambil bahan dengan jarum suntik kering melalui sekat karet untuk menjaga kondisi anhidrat. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di dalam lemari asam. Jauhkan dari asam kuat dan sumber api. Baca Lembar Data Keselamatan Bahan lebih dahulu.
- Cardillo dkk. (2001). Asymmetric synthesis of 5-isopropyl-oxazoline-4-imide as syn-hydroxyleucine precursor. Tetrahedron: Asymmetry doi:10.1016/s0957-4166(01)00084-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
