2-Isopropylthioxanthone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai fotoinisiatoren dalam reaksi kimia yang memerlukan aktivasi cahaya. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia seperti fotopolimerisasi, sintesis senyawa kompleks, dan proses fotokimia. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai agen pengaktif yang memicu reaksi kimia melalui paparan cahaya ultraviolet (UV).
Karakteristik utama dari 2-Isopropylthioxanthone adalah kemampuannya untuk menyerap cahaya UV dan memicu reaksi kimia secara efisien. Senyawa ini memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memungkinkan penggunaan yang lebih luas. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang membuatnya menjadi bahan yang menarik untuk penelitian dalam bidang sintesis organik.
Di laboratorium Indonesia, 2-Isopropylthioxanthone sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang material dan teknologi. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan kemampuannya untuk berperan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan aktivasi cahaya.
- Sintesis senyawa organik kompleks memerlukan aktivasi cahaya untuk mempercepat reaksi kimia.
- Fotopolimerisasi dalam pembuatan material baru seperti resin dan pelapis.
- Pengembangan bahan sensitif cahaya untuk aplikasi dalam fotokimia dan fotoinisiasi.
- Penelitian dalam bidang ilmu material untuk pengembangan bahan dengan sifat tertentu.
- Reaksi kimia yang memerlukan pengaktifan melalui cahaya UV dalam proses sintesis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5495-84-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
2-Isopropylthioxanthone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam kondisi laboratorium. Pastikan wadahnya tidak bocor dan simpan di tempat yang sejuk serta kering. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengambil atau memanjangkannya.
- Momo dkk. (2007). Interaction of isopropylthioxanthone with phospholipid liposomes. Biophysical Chemistry doi:10.1016/j.bpc.2006.12.002
- Benetti dkk. (2008). A packaging contaminant: Isopropylthioxanthone (ITX) in dairy products. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/j.aca.2008.02.004
- Liu dkk. (2019). Crystal structure of 2-isopropylthioxanthone, C16H14OS. Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1515/ncrs-2018-0576
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
