Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 25878-23-3

D-Iditol, CAS 25878-23-3, TCI I0724

D-Iditol, CAS 25878-23-3, TCI I0724

Identitas Kimia

No. CAS
25878-23-3
PubChem
CID 90540·SID 87560471
Rumus molekul
C6H14O6
Berat molekul
182.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R,3S,4S,5R)-hexane-1,2,3,4,5,6-hexol
SMILES
C([C@H]([C@@H]([C@H]([C@@H](CO)O)O)O)O)O
InChIKey
FBPFZTCFMRRESA-ZXXMMSQZSA-N
Harga reguler Rp 4.849.950,00
Harga reguler Rp 3.407.250,00 Harga obral Rp 4.849.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0724 D-Iditol adalah alkohol gula berkarbon enam (heksitol) yang merupakan bentuk tereduksi dari gula heksosa dengan konfigurasi idosa. Senyawa ini tergolong gula langka yang jarang ditemukan berlimpah di alam, sehingga ketersediaannya dalam bentuk murni sangat berarti bagi laboratorium yang bekerja di bidang glikosains. Di laboratorium, D-iditol umumnya berperan sebagai standar rujukan untuk identifikasi dan kuantifikasi poliol, sebagai substrat untuk mempelajari enzim pemroses gula, serta sebagai bahan awal kiral pada sintesis senyawa polihidroksi yang memerlukan pola stereokimia spesifik yang sulit dibangun secara sintetik.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah kerangka rantai terbuka dengan enam gugus hidroksil yang memberikan konfigurasi stereokimia unik dan berbeda dari sorbitol maupun manitol yang lebih umum. Perbedaan susunan ruang inilah yang membuatnya berharga sebagai pembanding pada studi spesifisitas enzim seperti poliol dehidrogenase dan reduktase. Sifat sangat polar dan mudah larut dalam air menjadikannya sesuai untuk analisis berbasis kromatografi cair maupun kromatografi gas setelah derivatisasi. Kemurnian tinggi yang ditawarkan sebagai reagen kelas penelitian menjadi syarat mutlak ketika senyawa dipakai sebagai standar kalibrasi.

Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium bioteknologi pangan, riset gula langka, serta laboratorium analisis metabolit di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 100 mg sangat sesuai dengan pola pemakaian standar analitik yang hanya membutuhkan jumlah kecil per rangkaian kalibrasi, sekaligus menekan risiko bahan tersisa terlalu lama sebelum habis terpakai.

  • Standar rujukan analisis poliol: dipakai untuk memastikan identifikasi puncak dan menyusun kurva kalibrasi pada kromatografi cair maupun gas secara akurat.
  • Studi spesifisitas enzim gula: konfigurasi stereokimia yang khas menjadikannya substrat pembanding ideal bagi poliol dehidrogenase dan aldosa reduktase.
  • Penelitian gula langka dan pemanis alternatif: senyawa ini menjadi acuan penting saat menelusuri jalur konversi enzimatis dari heksosa menuju heksitol.
  • Analisis metabolomik karbohidrat: kehadirannya membantu membedakan isomer heksitol yang memiliki massa identik namun berbeda susunan ruangnya.
  • Sintesis blok bangunan kiral polihidroksi: enam hidroksil dengan stereokimia tertentu dapat dimanfaatkan sebagai kerangka awal molekul target yang kompleks.

Merek TCI
Nomor CAS 25878-23-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 100 mg
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rincian lot mengacu pada Certificate of Analysis
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat sesuai anjuran label produsen

Alkohol gula bersifat higroskopis sehingga wadah harus selalu ditutup rapat dan disimpan di tempat kering, sebaiknya di dalam desikator bila laboratorium berada di daerah dengan kelembapan tinggi. Biarkan botol menyesuaikan suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada bahan dan mengubah bobot penimbangan. Gunakan spatula kering dan bersih setiap kali mengambil bahan, terutama karena kemasan berukuran kecil sangat rentan terhadap kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus saat penimbangan berlangsung.

  • KOPF dkk. (1992). ChemInform Abstract: Structure of D,L‐Iditol. ChemInform doi:10.1002/chin.199221273
  • DUREAULT dkk. (1992). ChemInform Abstract: Enantiospecific Syntheses of 2,5‐Dideoxy‐2,5‐imino‐D‐mannitol (I) and ‐ L‐iditol (II) from D‐Mannitol.. ChemInform doi:10.1002/chin.199201161
  • Xi-Kui dkk. (2008). New source for L-iditol and taxanes. Nature Precedings doi:10.1038/npre.2008.1502.1

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.