TCI I0725 L-Iditol adalah enansiomer dari D-iditol, yaitu alkohol gula berkarbon enam dengan susunan ruang yang merupakan bayangan cermin dari pasangannya. Senyawa ini dikenal dalam biokimia karbohidrat sebagai poliol yang berkaitan dengan jalur metabolisme sorbitol dan L-sorbosa, sehingga sering disebut dalam konteks kerja enzim sorbitol dehidrogenase. Di laboratorium, L-iditol berperan sebagai standar rujukan analitik, substrat pembanding dalam kajian enzimologi, serta bahan awal kiral pada sintesis senyawa polihidroksi. Ketersediaannya dalam kemurnian tinggi memungkinkan peneliti membedakan secara tegas dua bentuk enansiomer yang berperilaku berbeda secara biologis.
Sifat utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah kekhasan stereokimianya. Meskipun rumus molekulnya identik dengan heksitol lain seperti sorbitol, manitol, maupun galaktitol, susunan ruang gugus hidroksilnya menentukan apakah suatu enzim mengenali dan memprosesnya. Karena itu L-iditol menjadi alat penting untuk menguji selektivitas enzim dan menegaskan identitas puncak pada analisis instrumental. Sifatnya yang sangat polar dan larut baik dalam air membuatnya mudah dipadukan dengan uji enzimatik berbasis larutan penyangga, sementara bentuk padatnya memudahkan penyimpanan jangka menengah bila kelembapan terkendali.
Laboratorium di Indonesia yang bergerak di bidang biokimia, bioteknologi fermentasi, dan analisis pangan memanfaatkan senyawa semacam ini sebagai pembanding standar ketika menelusuri produk konversi gula oleh mikroba atau enzim. Kemasan 200 mg terhitung ekonomis untuk pola pemakaian standar analitik dan uji enzimatik berskala mikroliter yang lazim dilakukan berulang kali dalam satu proyek penelitian.
- Kajian enzim sorbitol dehidrogenase: senyawa ini menjadi acuan penting dalam menelaah reaksi bolak-balik antara poliol dan gula keto terkait.
- Standar analitik kromatografi: dipakai untuk memastikan waktu retensi dan menyusun kurva kalibrasi pada penentuan kadar poliol dalam sampel.
- Uji selektivitas enansiomer enzim: perbandingan dengan bentuk D memperlihatkan seberapa ketat suatu enzim mengenali konfigurasi substratnya.
- Riset bioteknologi gula langka: berguna untuk memverifikasi produk konversi mikroba yang menghasilkan heksitol dengan konfigurasi tidak lazim.
- Sintesis kiral senyawa polihidroksi: kerangka enam hidroksil dengan stereokimia tertentu dimanfaatkan sebagai titik awal molekul target yang rumit.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 488-45-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 200 mg |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang; rincian lot mengacu pada Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat sesuai anjuran label produsen |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, dan pertimbangkan penyimpanan di dalam desikator mengingat alkohol gula cenderung menyerap uap air dari udara lembap. Biarkan kemasan mencapai suhu ruang sebelum dibuka supaya tidak terjadi pengembunan yang memengaruhi bobot dan kemurnian. Gunakan spatula kering setiap pengambilan, dan hindari mengembalikan sisa bahan ke dalam botol induk untuk mencegah kontaminasi. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta tangani debu halus di area berventilasi baik sesuai prosedur keselamatan laboratorium.
- Xi-Kui dkk. (2008). New source for L-iditol and taxanes. Nature Precedings doi:10.1038/npre.2008.1502.1
- KOPF dkk. (1992). ChemInform Abstract: Structure of D,L‐Iditol. ChemInform doi:10.1002/chin.199221273
- Rafka dkk. (1994). A facile isolation of 2,5-anhydro-l-iditol. Carbohydrate Research doi:10.1016/0008-6215(94)80031-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
