Isothiazole TCI I0982 288-16-4 adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterociklik. Senyawa ini memiliki struktur cincin tiga atom yang terdiri dari dua atom nitrogen dan satu atom sulfur, sehingga memiliki sifat kimia yang unik dan sangat relevan dalam sintesis senyawa kompleks. Isothiazole sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa farmakologis, bahan baku industri, dan dalam penelitian kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam reaksi kimia yang memerlukan struktur heterociklik.
Isothiazole memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif tergantung pada kondisi lingkungan. Senyawa ini mudah bereaksi dengan berbagai reaktan seperti alkil halida, asam, dan bahan pengoksidasi. Karena sifat reaktivitasnya, isothiazole sering dipilih dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Karakteristik ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah dan industri.
Di laboratorium Indonesia, isothiazole digunakan dalam berbagai bidang seperti farmasi, kimia organik, dan penelitian material. Senyawa ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, bahan kimia industri, serta studi tentang struktur molekuler. Karena kegunaannya yang luas, isothiazole menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh peneliti dan praktisi di bidang kimia.
Produk TCI terkait
- TCI A1562 84387-89-3 3-Amino-5-nitrobenz[d]isothiazole
- TCI B2430 2634-33-5 1,2-Benzisothiazol-3(2H)-one
- TCI P2064 87691-87-0 3-(1-Piperazinyl)-1,2-benzisothiazole
- TCI I1172 1003-07-2 Isothiazol-3(2H)-one
- TCI B6021 4299-07-4 2-Butylbenzo[d]isothiazol-3(2H)-one
- TCI D4157 64359-81-5 4,5-Dichloro-2-n-octyl-4-isothiazolin-3-one
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur heterociklik
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa heterociklik
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Studi tentang sifat kimia dan stabilitas senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 288-16-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, dalam kondisi kering dan sejuk |
Isothiazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara, cahaya, dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil adalah ideal. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Giorgi dkk. (2002). ChemInform Abstract: Gas‐Phase Structural Characterization of Isothiazole Dioxides.. ChemInform doi:10.1002/chin.200216295
- Clerici dkk. (1995). Isothiazoles. Part V. 1cycloaddition reaction of nitrite oxides to 3 diethylamino-4-(4-methoxyphenyl)-isothiazole 1,1-dioxide: an entry to 5-acyl- and 5-cyano-isothiazole 1,1-dioxide derivatives. Tetrahedron doi:10.1016/0040-4020(95)00779-8
- ODA dkk. (1990). ChemInform Abstract: Photochemistry of the Nitrogen‐Thiocarbonyl Systems. Part 16. Photoreaction of Benzenecarbothioamide with Olefins. Syntheses of Isothiazole Derivatives and Phenones.. ChemInform doi:10.1002/chin.199047115
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
