4-Methyl-2-oxovaleric Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi sintetik, termasuk dalam pembuatan senyawa aromatik, heterosiklik, dan senyawa organik lainnya. Sebagai building block, senyawa ini memiliki peran penting dalam membangun struktur kimia yang lebih kompleks.
Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat fleksibel, memungkinkan reaksi substitusi, reduksi, dan oksidasi. Sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai eksperimen laboratorium. Selain itu, senyawa ini mudah tersedia dan memiliki konsistensi tinggi, sehingga memudahkan proses penelitian.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan pengembangan produk farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur dasar yang dapat dimodifikasi.
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat dan bahan kimia industri
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa heterosiklik kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam analisis struktur molekuler
- Pembuatan bahan baku untuk produksi kosmetik dan bahan kimia makanan
- Eksperimen kimia dalam pendidikan tingkat universitas untuk praktikum sintesis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 816-66-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya langsung dan kelembapan. Simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa. Saat menangani bahan ini, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
