Ethyl 2,4-Dioxovalerate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan bahan dasar penting dalam pembuatan senyawa baru atau modifikasi struktur molekul. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai prekursor untuk sintesis senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks.
Ethyl 2,4-Dioxovalerate memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memudahkan reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik atau reaksi substitusi. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk para peneliti yang membutuhkan bahan dengan reaktivitas terkendali. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat non-volatil, sehingga memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl 2,4-Dioxovalerate digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan sintesis senyawa biokimia. Bahan ini juga sering dimanfaatkan dalam proyek penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur tertentu. Karena ketersediaan dan kualitasnya, senyawa ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian dan industri kimia di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Modifikasi struktur molekul dalam penelitian farmakologi
- Reaksi kimia organik untuk pembuatan senyawa kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia tertentu
- Penelitian tentang sifat fisik dan kimia senyawa baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-79-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl 2,4-Dioxovalerate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Pastikan area kerja ventilasi cukup untuk menghindari akumulasi uap.
—
