D-(-)-Lyxose adalah salah satu aldopentosa, yaitu gula sederhana dengan lima atom karbon dan sebuah gugus aldehida. Bersama arabinosa, ribosa, dan xilosa, liksosa melengkapi kelompok aldopentosa, namun keberadaannya di alam jauh lebih jarang sehingga sering digolongkan sebagai gula langka. Di laboratorium, senyawa ini bernilai tinggi sebagai bahan baku kiral dan sebagai perkakas penelitian glikosains, karena menyediakan pola stereokimia yang tidak dapat diperoleh dari gula-gula umum yang lebih murah dan melimpah.
Sifat yang membuat D-(-)-Lyxose menarik adalah susunan stereokimianya yang khas pada tiga pusat kiral berurutan. Pola gugus hidroksil yang berbeda dari xilosa maupun arabinosa membuat molekul ini menghasilkan turunan dengan konformasi dan reaktivitas yang berlainan pula. Sebagai padatan kristalin yang larut baik dalam air, senyawa ini mudah ditimbang dan dilarutkan untuk keperluan sintesis maupun uji hayati. Gugus aldehidanya yang bersifat pereduksi memungkinkan reaksi aminasi reduktif, pembentukan glikosida, maupun derivatisasi untuk keperluan analisis kromatografi.
Di Indonesia, senyawa ini umumnya dipakai oleh kelompok riset kimia karbohidrat di universitas dan lembaga penelitian yang mengembangkan senyawa iminosugar, analog nukleosida, dan penghambat glikosidase. Karena tergolong gula langka, laboratorium biasanya memesan dalam kemasan kecil sesuai kebutuhan sintesis skala milimol, dan pilihan tiga ukuran kemasan membantu menyesuaikan pengadaan dengan tahapan riset.
- Bahan baku kiral untuk sintesis asimetris, karena tiga pusat stereogeniknya menyediakan kerangka yang telah terdefinisi tanpa memerlukan langkah induksi kiral tambahan.
- Sintesis analog nukleosida, sebab kerangka pentosa dapat dimodifikasi menjadi gula tidak lazim yang berpotensi menghasilkan aktivitas antivirus atau antikanker baru.
- Pengembangan penghambat glikosidase dan iminosugar, di mana pola hidroksil khas liksosa menghasilkan analog dengan afinitas berbeda terhadap sisi aktif enzim.
- Standar pembanding analisis gula, karena keberadaannya memungkinkan pemisahan dan identifikasi aldopentosa secara lengkap pada metode kromatografi maupun elektroforesis.
- Kajian spesifisitas enzim pengolah karbohidrat, sebab gula langka ini menguji sejauh mana enzim toleran terhadap perubahan konfigurasi pada pusat kiral tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1114-34-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g, dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin berwarna putih |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan |
Simpan D-(-)-Lyxose dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebab gula pereduksi bersifat higroskopis dan dapat menggumpal bila menyerap uap air dari udara. Penyimpanan di dalam desikator atau lemari kering sangat membantu menjaga mutu bahan, terutama untuk kemasan kecil yang sering dibuka. Hindari kontak dengan oksidator kuat, asam kuat, dan basa kuat karena dapat memicu degradasi atau reaksi karamelisasi. Gunakan spatula kering setiap kali menimbang, kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung, serta segera tutup kembali wadah setelah selesai agar bahan tetap kering dan mengalir bebas.
- Park dkk. (2010). Substrate specificity of a recombinant d-lyxose isomerase from Serratia proteamaculans that produces d-lyxose and d-mannose. Letters in Applied Microbiology doi:10.1111/j.1472-765x.2010.02903.x
- Choi dkk. (2012). Characterization of a recombinant thermostable d-lyxose isomerase from Dictyoglomus turgidum that produces d-lyxose from d-xylulose. Biotechnology Letters doi:10.1007/s10529-012-0874-y
- Popsavin dkk. (2000). ChemInform Abstract: Conversion of D‐Xylose to Protected D‐Lyxose Derivatives and to D‐Lyxose, via the Corresponding 1,2‐Anhydride.. ChemInform doi:10.1002/chin.200012220
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
