Lactulose adalah disakarida semisintetik yang tersusun dari satuan galaktosa dan fruktosa, dan tidak dicerna oleh enzim pencernaan manusia sehingga sampai ke usus besar dalam keadaan utuh. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai substrat penting dalam kajian mikrobiota dan glikosains, sebagai bahan pembanding pada analisis karbohidrat, serta sebagai bahan uji pada penelitian fisiologi saluran cerna. Perannya yang khas terletak pada kemampuannya difermentasi oleh bakteri usus tertentu, sehingga menjadi alat untuk mempelajari hubungan antara karbohidrat dan populasi mikroba.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah ikatan glikosidik antara galaktosa dan fruktosa yang tidak dikenali enzim usus halus manusia, sehingga senyawa ini bertindak sebagai prebiotik yang selektif. Sebagai gula, bahan ini mudah larut dalam air, bersifat higroskopis, dan dapat mengalami reaksi pencoklatan bila dipanaskan bersama senyawa amina. Struktur yang jelas dan kelarutannya yang tinggi memudahkan pembuatan larutan uji dengan konsentrasi terukur, baik untuk media pertumbuhan mikroba maupun untuk larutan standar pada analisis instrumen.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini dijumpai pada penelitian mikrobiologi pangan, ilmu gizi, dan farmasi, khususnya kajian prebiotik serta pengembangan produk pangan fungsional yang sedang tumbuh. Laboratorium analisis juga memakainya sebagai standar pada penetapan kadar gula dengan kromatografi. Kemasan 25 g biasanya cukup untuk rangkaian percobaan fermentasi maupun penyiapan larutan standar, sementara kelembapan udara tropis menuntut penyimpanan tertutup rapat agar serbuk tidak menggumpal.
- Substrat prebiotik pada uji fermentasi mikrobiota, karena hanya dimanfaatkan bakteri tertentu sehingga pergeseran populasi mikroba dapat diamati secara jelas.
- Standar analisis karbohidrat, sebab disakarida ini memiliki struktur pasti yang memudahkan kalibrasi pada kromatografi cair maupun metode penetapan gula pereduksi.
- Komponen media pertumbuhan selektif, karena kemampuan memfermentasi laktulosa dapat dijadikan penanda pembeda antar kelompok bakteri dalam kultur laboratorium.
- Bahan penelitian pangan fungsional, sebab sifat prebiotiknya dipelajari untuk menilai pengaruh penambahan karbohidrat pada mutu dan fungsi produk pangan.
- Bahan kajian glikosains dan sintesis oligosakarida, karena kerangka galaktosa-fruktosa berguna sebagai model dalam studi reaksi enzim glikosidase dan transglikosilasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4618-18-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk yang bersifat higroskopis |
| Penyimpanan | simpan sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat |
Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan udara karena serbuk gula bersifat higroskopis dan mudah menggumpal. Penyimpanan di desikator atau lemari pendingin membantu menjaga kondisi serbuk tetap lepas dan mudah ditimbang. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan untuk menghindari kontaminasi mikroba, terutama bila larutan akan dipakai pada kultur. Larutan berair sebaiknya dibuat segar atau disterilkan dengan penyaringan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penimbangan.
- &NA; (2007). Lactulose/senna. Reactions Weekly doi:10.2165/00128415-200711420-00047
- Jankowski (2009). Lactulose. Journal of Exotic Pet Medicine doi:10.1053/j.jepm.2009.04.009
- Mounsey (2015). PEG in place of lactulose for treatment of acute hepatic encephalopathy. Evidence-Based Practice doi:10.1097/01.ebp.0000540977.84795.3e
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
