Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1200-22-2

(R)-alpha-Lipoic Acid TCI L0207

(R)-alpha-Lipoic Acid TCI L0207
Harga reguler Rp 2.279.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.279.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI L0207 (R)-alpha-Lipoic Acid adalah bentuk enansiomer tunggal dari asam lipoat, yaitu senyawa belerang siklik yang secara alami berperan sebagai kofaktor penting pada kompleks enzim metabolisme energi, termasuk piruvat dehidrogenase. Berbeda dengan campuran rasemik, sediaan ini menyajikan konfigurasi R yang merupakan bentuk aktif secara biologis. Di laboratorium, senyawa ini dipakai baik sebagai blok pembangun kiral untuk sintesis asimetris maupun sebagai bahan uji pada penelitian biokimia yang mengkaji proses redoks di dalam sel.

Keunggulan utamanya terletak pada gugus ditiolan, yaitu cincin beranggota lima berisi dua atom belerang, yang dapat berubah bolak-balik antara bentuk teroksidasi dan tereduksi. Sifat redoks reversibel inilah yang menjadikan asam lipoat dikenal sebagai antioksidan yang mampu bekerja di lingkungan berair maupun berlemak. Selain itu, molekul ini memiliki gugus asam karboksilat pada ujung rantainya, sehingga mudah dikonjugasikan menjadi ester atau amida untuk keperluan sintesis lanjutan. Kemurnian enansiomer yang tinggi penting karena bentuk R dan S menunjukkan perilaku biologis yang tidak sama. Senyawa ini peka terhadap cahaya dan panas, sehingga penanganan yang tepat sangat berpengaruh pada mutunya.

Di Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada penelitian farmasi, biokimia, dan pangan fungsional, terutama pada kajian aktivitas antioksidan serta pengembangan formulasi. Laboratorium perguruan tinggi dan industri sering memakainya sebagai bahan rujukan pada pengembangan metode analisis. Pilihan kemasan 5 g, 25 g, dan 100 g memberi keleluasaan menyesuaikan kebutuhan, mulai dari penelitian skala kecil hingga pekerjaan rutin yang memerlukan pasokan bahan lebih besar.

  • Penelitian aktivitas antioksidan, karena cincin ditiolan dapat mengalami siklus redoks bolak-balik sehingga cocok sebagai model senyawa penangkap radikal.
  • Blok pembangun sintesis asimetris, sebab konfigurasi R yang telah tertata memungkinkan peneliti membangun molekul target tanpa tahap pemisahan enansiomer tambahan.
  • Kajian biokimia metabolisme energi, mengingat asam lipoat berperan sebagai kofaktor pada kompleks enzim dehidrogenase yang dipelajari di banyak penelitian sel.
  • Pengembangan formulasi farmasi dan pangan fungsional, karena senyawa ini kerap diteliti sebagai bahan aktif pada sediaan berbasis antioksidan.
  • Bahan pembanding pada pengembangan metode analisis, sebab profil kromatografinya digunakan untuk memverifikasi identitas dan kemurnian sampel yang diuji.

Merek TCI
Nomor CAS 1200-22-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g, 25 g, dan 100 g
Bentuk fisik umumnya padatan atau serbuk kristal berwarna kuning pucat
Penyimpanan simpan pada suhu dingin, terlindung dari cahaya dan panas

Senyawa ini peka terhadap cahaya dan panas, sehingga sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin menggunakan wadah gelap atau wadah asli yang terbungkus pelindung cahaya dan tertutup rapat. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada isinya. Hindari penyimpanan berdekatan dengan bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang, serta bekerja di area berventilasi baik atau lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu. Rujuk lembar data keselamatan bahan sebelum penggunaan maupun pembuangan sisa.

  • Çakatay (2007). Should it be safer to use a redox couple, both with (R)-alpha-lipoic acid combined with (R)-dihydrolipoic acid for avoiding prooxidant action of alpha-lipoic acid?. Medical Hypotheses doi:10.1016/j.mehy.2006.10.030
  • (2023). The Use of Alpha-Lipoic Acid Supplementation in Diabetes: The Available Evidence. International Journal of Clinical and Medical Education Research doi:10.33140/ijcmer.02.01.03
  • Gross dkk. (2008). Pharmacokinetics of alpha‐lipoic acid in dogs. The FASEB Journal doi:10.1096/fasebj.22.1_supplement.1117.5

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.