Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1077-28-7

Asam DL-alpha-lipoat – DL-alpha-Lipoic Acid, CAS 1077-28-7, TCI L0058

Asam DL-alpha-lipoat – DL-alpha-Lipoic Acid, CAS 1077-28-7, TCI L0058

Identitas Kimia

No. CAS
1077-28-7
PubChem
CID 864·SID 87572024
Rumus molekul
C8H14O2S2
Berat molekul
206.3 g/mol
Kemurnian
>99.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-(dithiolan-3-yl)pentanoic acid
SMILES
C1CSSC1CCCCC(=O)O
InChIKey
AGBQKNBQESQNJD-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.246.350,00
Harga reguler Rp 887.250,00 Harga obral Rp 1.246.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

DL-alpha-Lipoic Acid, yang juga dikenal sebagai asam tioktat, adalah senyawa organosulfur yang mengandung cincin ditiolan pada salah satu ujung rantai asam lemaknya. Bentuk DL menandakan bahwa produk ini merupakan campuran rasemat dari kedua enansiomer. Secara alami senyawa ini berperan sebagai kofaktor penting pada kompleks enzim dehidrogenase di dalam mitokondria. Di laboratorium, keberadaan gugus ditiolan dan gugus karboksilat sekaligus dalam satu molekul menjadikannya linker dwifungsi yang sangat berguna untuk kimia konjugasi dan modifikasi permukaan.

Sifat yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah kemampuan cincin ditiolannya membuka menjadi pasangan tiol bebas melalui reduksi, lalu menutup kembali melalui oksidasi. Siklus redoks ini memberi senyawa tersebut sifat antioksidan yang kuat sekaligus menjadikannya jangkar yang kokoh pada permukaan emas dan nanopartikel logam, karena dua atom belerang mengikat jauh lebih erat daripada tiol tunggal. Gugus karboksilat pada ujung lainnya tetap tersedia untuk diaktivasi dan dikopling dengan amina, sehingga terbentuk jembatan molekuler yang stabil antara permukaan logam dan biomolekul.

Di Indonesia, senyawa ini digunakan pada penelitian nanoteknologi, biosensor berbasis elektroda emas, serta pengembangan formulasi antioksidan di bidang farmasi dan kosmetika. Laboratorium kimia analitik memanfaatkannya untuk memfungsikan nanopartikel emas sebelum diikatkan pada antibodi atau untai DNA, sementara laboratorium biokimia mengkajinya sebagai senyawa pelindung terhadap stres oksidatif pada kultur sel.

Brosur TCI (PDF)

  • Fungsionalisasi permukaan emas dan nanopartikel logam, karena cincin ditiolannya membentuk ikatan dua titik yang jauh lebih stabil dibandingkan pengikat tiol tunggal biasa.
  • Pembuatan linker dwifungsi untuk bioconjugation, sebab gugus karboksilatnya dapat diaktifkan menjadi ester aktif lalu dikopling dengan amina pada protein atau peptida.
  • Penelitian antioksidan dan stres oksidatif, di mana pasangan redoks ditiolan-ditiol berperan sebagai penangkal radikal sekaligus penyokong regenerasi antioksidan lain.
  • Pengembangan biosensor elektrokimia, karena lapisan swakelola yang terbentuk di atas elektroda emas memberikan platform stabil untuk imobilisasi elemen pengenal hayati.
  • Kajian biokimia kompleks enzim dehidrogenase, sebab senyawa ini merupakan kofaktor alami yang terlibat dalam reaksi transfer gugus asil di dalam mitokondria.

Merek TCI
Nomor CAS 1077-28-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Linkers and Crosslinkers
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin berwarna kekuningan
Penyimpanan simpan dingin, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Simpan DL-alpha-Lipoic Acid di tempat dingin dan kering, terlindung dari cahaya langsung, karena paparan sinar dan panas dapat memicu polimerisasi pada cincin ditiolannya. Gunakan wadah kaca amber yang tertutup rapat dan hindari penyimpanan di dekat oksidator kuat maupun basa kuat. Senyawa ini dapat meninggalkan bau belerang yang khas, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam untuk kenyamanan kerja. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani serbuknya, serta cuci tangan setelah bekerja. Tutup rapat kembali wadah dan kembalikan segera ke penyimpanan dingin setelah digunakan.

  • SUMATHI dkk. (1996). RELATIONSHIP BETWEEN GLUTATHIONE AND DL ^|^alpha;-LIPOIC ACID AGAINST CADMIUM-INDUCED HEPATOTOXICITY. Japanese Journal of Medical Science and Biology doi:10.7883/yoken1952.49.39
  • Çakatay (2007). Should it be safer to use a redox couple, both with (R)-alpha-lipoic acid combined with (R)-dihydrolipoic acid for avoiding prooxidant action of alpha-lipoic acid?. Medical Hypotheses doi:10.1016/j.mehy.2006.10.030
  • (2023). The Use of Alpha-Lipoic Acid Supplementation in Diabetes: The Available Evidence. International Journal of Clinical and Medical Education Research doi:10.33140/ijcmer.02.01.03

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.