Lithium Aluminate (LiAlO₂) adalah senyawa anorganik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses katalitik di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur kristal yang stabil dan berperan sebagai katalis dalam reaksi kimia tertentu, terutama dalam sintesis senyawa kompleks dan reaksi redoks. Lithium Aluminate juga sering digunakan sebagai bahan bantu dalam proses pemurnian dan reaksi terkendali di lingkungan laboratorium. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi kimia yang memerlukan reaktivitas dan stabilitas tertentu.
Lithium Aluminate memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun dapat bereaksi dengan air dan asam kuat. Karena sifat ini, bahan ini memerlukan penanganan yang hati-hati. Namun, dalam bentuk padat dan kering, senyawa ini cukup aman untuk digunakan dalam laboratorium jika disimpan dengan benar. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, Lithium Aluminate menjadi pilihan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Lithium Aluminate digunakan secara luas dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis, sintesis senyawa, dan proses pemurnian. Bahan ini sangat relevan untuk kebutuhan penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia. Karena ketersediaannya yang cukup dan kualitasnya yang baik, senyawa ini menjadi bahan yang sering dicari oleh para ilmuwan di Indonesia.
- Sebagai katalis dalam reaksi kimia organik untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan reaksi.
- Digunakan dalam sintesis senyawa kompleks yang memerlukan reaktivitas tinggi dan stabilitas kimia.
- Bahan bantu dalam proses pemurnian senyawa kimia untuk mengurangi kontaminasi dan meningkatkan kualitas hasil.
- Dalam penelitian material, Lithium Aluminate digunakan sebagai komponen dalam pembuatan bahan baru dengan sifat tertentu.
- Sebagai bahan pendukung dalam reaksi redoks yang memerlukan peran ion logam aktif dalam proses reduksi dan oksidasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 12003-67-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Metallic Salts [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari kelembapan dan paparan udara. |
Lithium Aluminate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari kelembapan untuk mencegah reaksi dengan air. Bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan reaktif lainnya. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap korosi sangat disarankan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Karena sifat kimianya yang reaktif, bahan ini harus dihindari dari paparan langsung dengan asam atau basa kuat.
- Abritta dkk. (1991). Short-range disorder effects in lithium aluminate. Journal of Materials Science Letters doi:10.1007/bf00721909
- Korake dkk. (2010). Capture of carbon dioxide over porous solid adsorbents lithium silicate, lithium aluminate and magnesium aluminate at pre-combustion temperatures. Frontiers of Chemical Science and Engineering doi:10.1007/s11705-010-1012-9
- Tao dkk. (2005). Enhancement of ionic conductivity by mixing lithium borate with lithium aluminate. Electrochimica Acta doi:10.1016/j.electacta.2004.09.007
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
