Sodium Dichromate Dihydrate adalah garam natrium dari ion dikromat dalam bentuk dihidrat, dengan kromium pada bilangan oksidasi +6. Senyawa ini termasuk oksidator kuat yang sudah lama dipakai dalam kimia sintesis, kimia analitik, dan berbagai proses industri. Di laboratorium, bahan ini digunakan untuk mengoksidasi senyawa organik, misalnya mengubah alkohol menjadi aldehida, keton, atau asam karboksilat, serta sebagai pereaksi dalam berbagai penentuan analitik berbasis reaksi redoks.
Bahan ini dipilih karena daya oksidasinya yang kuat, terutama dalam suasana asam, dan karena perubahan warnanya dari jingga dikromat menjadi hijau kromium(III) memudahkan pengamatan reaksi. Dibandingkan kalium dikromat, garam natrium umumnya lebih mudah larut dalam air, sehingga berguna ketika diperlukan larutan pekat. Namun, senyawa kromium heksavalen sangat beracun, bersifat karsinogenik, dapat menimbulkan sensitisasi kulit, dan berbahaya bagi lingkungan, sehingga penggunaannya menuntut pengendalian yang ketat.
Di Indonesia, Sodium Dichromate Dihydrate dipakai di laboratorium kimia perguruan tinggi, laboratorium pengujian, dan laboratorium penelitian material yang memerlukan oksidator kuat. Karena tergolong bahan berbahaya, sisa bahan dan limbah yang mengandung kromium heksavalen harus dikelola sebagai limbah B3 sesuai peraturan yang berlaku. Pilihan kemasan 100g dan 500g memungkinkan laboratorium menyesuaikan jumlah persediaan dengan kebutuhan agar tidak menyimpan bahan berbahaya secara berlebihan.
- Oksidasi alkohol dalam sintesis organik: dalam suasana asam, bahan ini mengoksidasi alkohol primer dan sekunder menjadi senyawa karbonil atau asam karboksilat sesuai kondisi reaksi.
- Praktikum kimia redoks: perubahan warna yang jelas dari jingga menjadi hijau menjadikan bahan ini sangat baik untuk mendemonstrasikan reaksi oksidasi-reduksi kepada mahasiswa di bawah pengawasan ketat.
- Penentuan analitik berbasis oksidasi: daya oksidasinya yang kuat memungkinkan bahan ini dipakai dalam metode titrasi atau penetapan kadar yang mengandalkan oksidasi zat organik maupun anorganik.
- Penelitian perlakuan permukaan logam: senyawa kromat dan dikromat dipelajari dalam pembentukan lapisan konversi dan penelitian korosi, sehingga bahan ini relevan bagi laboratorium material.
- Sintesis senyawa kromium lain: bahan ini menjadi sumber kromium yang praktis untuk menyiapkan pereaksi atau senyawa kromium lain dalam penelitian kimia anorganik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7789-12-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Metallic Salts [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 100g, 500g |
| Bentuk fisik | kristal padat berwarna jingga kemerahan; rincian ada pada label dan CoA |
| Penyimpanan | kering, tertutup rapat, terpisah dari bahan mudah terbakar dan reduktor, sesuai SDS |
Sodium Dichromate Dihydrate adalah oksidator kuat sekaligus senyawa kromium heksavalen yang beracun dan karsinogenik. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan kimia khusus oksidator, kering, sejuk, dan terpisah dari bahan organik, bahan mudah terbakar, serta reduktor. Bahan ini cenderung menyerap kelembapan, jadi pastikan wadah selalu tertutup. Tangani hanya di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, jas lab, dan pelindung pernapasan bila perlu. Hindari pembentukan debu. Kumpulkan limbahnya secara terpisah sebagai limbah B3. Baca SDS sebelum digunakan.
- Young (2003). Sodium Dichromate Dihydrate. Journal of Chemical Education doi:10.1021/ed080p1251
- Wang dkk. (2016). Solubility and metastable zone width of aqueous sodium dichromate dihydrate solutions in the presence of sodium chromate additive. Journal of Crystal Growth doi:10.1016/j.jcrysgro.2016.09.011
- Stern (2011). Assessing the Threshold for the Duodenal GSH/GSSG Ratio in the Mouse Associated With Sodium Dichromate Dihydrate Ingestion Reported by Thompson et al. (2011). Toxicological Sciences doi:10.1093/toxsci/kfr336
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



