Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 26299-14-9

Pyridinium Chlorochromate, CAS 26299-14-9, TCI P0930

Pyridinium Chlorochromate, CAS 26299-14-9, TCI P0930

Identitas Kimia

No. CAS
26299-14-9
PubChem
SID 87575047
Kemurnian
>98.0%(T)
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Rp 612.150,00 Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI P0930 Pyridinium Chlorochromate, yang lebih dikenal sebagai PCC atau reagen Corey, adalah garam kompleks kromium(VI) yang terbentuk dari piridin, asam klorida, dan kromium trioksida. Dalam sintesis organik, PCC adalah salah satu reagen oksidasi klasik. Ia mengubah alkohol primer menjadi aldehida dan alkohol sekunder menjadi keton. Reagen ini menjadi bagian penting dari kotak peralatan kimiawan sintesis, terutama ketika target reaksinya adalah aldehida yang tidak boleh teroksidasi lebih lanjut menjadi asam karboksilat.

Keunggulan PCC terletak pada sifatnya yang relatif lunak dan selektif. Oksidasi biasanya dilakukan dalam diklorometana tanpa air, sehingga aldehida yang terbentuk tidak mudah berubah menjadi asam karboksilat. Hal ini berbeda dengan oksidator kromium berair yang lebih kuat. PCC juga mudah ditimbang karena berbentuk padatan stabil berwarna jingga kekuningan. Sifatnya agak asam, sehingga untuk substrat yang peka asam reaksi sering ditambahkan penyangga seperti natrium asetat atau bahan pendukung padat.

Di Indonesia, PCC lazim digunakan di laboratorium kimia organik perguruan tinggi, baik untuk praktikum sintesis tingkat lanjut maupun penelitian sintesis senyawa bahan alam dan turunannya. Karena mengandung kromium heksavalen yang beracun, laboratorium perlu memiliki prosedur pengelolaan limbah logam berat yang jelas. Pilihan kemasan 25g, 100g, dan 500g memungkinkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan frekuensi pemakaian, sehingga stok reagen berbahaya tidak menumpuk berlebihan.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Mengoksidasi alkohol primer menjadi aldehida tanpa overreaksi
  • Termasuk keluarga reagen kromium pada oksidasi Sarett-Collins

Brosur TCI (PDF)

  • Oksidasi alkohol primer menjadi aldehida: kondisi reaksi tanpa air mencegah oksidasi berlanjut ke asam karboksilat, sehingga aldehida dapat diisolasi dengan hasil yang baik.
  • Oksidasi alkohol sekunder menjadi keton: PCC bekerja efisien pada suhu ruang dalam diklorometana, sehingga cocok untuk berbagai substrat sintesis skala laboratorium tanpa pemanasan berlebih.
  • Sintesis senyawa bahan alam dan zat antara farmasi: selektivitasnya yang relatif lunak membantu mengubah gugus alkohol tertentu tanpa merusak gugus fungsi lain yang lebih tahan.
  • Praktikum kimia organik tingkat lanjut: PCC adalah contoh klasik oksidator selektif yang membantu mahasiswa memahami perbedaan kekuatan oksidator dan pengaruh pelarut terhadap hasil reaksi.
  • Oksidasi pada penyangga padat: PCC dapat dikombinasikan dengan bahan pendukung atau penyangga untuk mempermudah pemisahan residu kromium dan melindungi substrat yang peka terhadap asam.

Dari brosur TCI

  • Oksidasi alkohol

Merek TCI (kode produk P0930)
Nomor CAS 26299-14-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Oxidation [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal berwarna jingga hingga kuning kecokelatan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat kering dan sejuk, terpisah dari bahan mudah terbakar

PCC mengandung kromium(VI) yang toksik, dapat menyebabkan kanker, dan merupakan oksidator. Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat kering dan sejuk, terpisah dari bahan organik mudah terbakar dan zat pereduksi. Tangani hanya di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debunya. Kumpulkan seluruh residu dan limbah kromium dalam wadah limbah logam berat khusus sesuai prosedur keselamatan laboratorium, jangan dibuang ke saluran air.

  • (2019). Classic Oxidation of Alcohols Using Pyridinium Chlorochromate. Synfacts doi:10.1055/s-0039-1691255
  • Palaniappan dkk. (2003). Pyridinium chlorochromate oxidation route to polyaniline. Polymers for Advanced Technologies doi:10.1002/pat.339
  • Cha dkk. (2001). ChemInform Abstract: Reductive Oxidation of Acid Chlorides to Aldehydes with Sodium Borohydride and Pyridinium Chlorochromate.. ChemInform doi:10.1002/chin.200114059

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.