Dipropyl Malonate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks. Sebagai ester dari malonat, Dipropyl Malonate memiliki struktur yang sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi seperti alilasi, ketalisasi, dan reaksi penggantian halogen.
Dipropyl Malonate memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam berbagai eksperimen kimia. Bahan ini juga memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memudahkan dalam proses pemanasan dan pendinginan. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam penanganan membuatnya sangat praktis untuk digunakan dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Dipropyl Malonate digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam program pendidikan tinggi dan penelitian industri. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, Dipropyl Malonate menjadi salah satu bahan yang wajib ada dalam laboratorium kimia modern di Indonesia.
- Digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik karena struktur kimianya yang fleksibel
- Cocok untuk reaksi alilasi karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai reagen
- Dapat digunakan dalam pembuatan ketal karena sifat esternya yang stabil
- Berguna dalam reaksi penggantian halogen karena reaktivitasnya yang tinggi
- Dapat diaplikasikan dalam penelitian farmakologi untuk sintesis senyawa obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1117-19-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan panas |
Dipropyl Malonate harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari paparan langsung sinar matahari. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat menangani bahan ini. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko paparan uap.
—
