TCI M0282 adalah 3-Methylnonane, isomer alkana bercabang berkarbon sepuluh dengan gugus metil menempel pada atom karbon ketiga. Senyawa ini melengkapi rangkaian isomer metilnonana yang kerap digunakan bersama-sama sebagai perangkat acuan dalam analisis hidrokarbon. Perbedaan posisi cabang yang hanya satu atom karbon ternyata cukup untuk mengubah perilaku fisik dan kromatografi senyawa, dan justru perbedaan halus itulah yang dimanfaatkan laboratorium untuk memisahkan serta mengidentifikasi komponen dalam campuran hidrokarbon yang sangat mirip satu sama lain.
Alasan senyawa ini dipilih adalah identitas strukturalnya yang pasti dan sifatnya yang inert. Sebagai hidrokarbon jenuh, senyawa ini tidak memiliki gugus fungsi reaktif sehingga tidak mudah mengalami oksidasi, hidrolisis, atau perubahan struktur selama penyimpanan normal, sebuah keunggulan penting bagi bahan yang dipakai sebagai pembanding. Kelarutannya yang baik dalam pelarut nonpolar seperti heksana dan diklorometana memudahkan pembuatan larutan standar pada berbagai tingkat konsentrasi. Sifat nonpolar tersebut juga membuat responsnya pada detektor ionisasi nyala bersifat konsisten dan mudah diprediksi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umum digunakan oleh laboratorium pengujian bahan bakar, laboratorium lingkungan, serta kelompok riset kimia analitik yang menyusun pustaka waktu retensi sendiri. Kemasan 5mL menjadi ukuran yang praktis karena mencukupi untuk pembuatan banyak larutan standar tanpa menyisakan bahan berlebih yang berisiko menurun mutunya sebelum habis terpakai.
- Penyusunan pustaka waktu retensi internal laboratorium, karena posisi cabang metil yang spesifik memberikan penanda yang dapat dipercaya pada kromatogram.
- Verifikasi daya pisah kolom kromatografi gas, sebab isomer metilnonana yang berdekatan menjadi uji ketat terhadap efisiensi pemisahan suatu kolom.
- Analisis komposisi bahan bakar dan pelarut hidrokarbon, mengingat isomer bercabang perlu dikenali terpisah agar profil produk terbaca akurat.
- Penelitian geokimia organik, karena rasio antar isomer metilalkana sering dipakai untuk menafsirkan asal dan proses pembentukan bahan organik.
- Pembuatan larutan standar kuantitatif, sebab senyawa nonpolar murni ini stabil dan memberikan respons detektor yang konsisten antar pengukuran.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5911-04-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL |
| Bentuk fisik | cairan hidrokarbon tidak berwarna |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari sumber nyala |
Simpan wadah dalam posisi tegak dan tertutup rapat di lemari bahan mudah terbakar yang sejuk, kering, serta berventilasi baik, jauh dari panas, percikan api, dan listrik statis. Karena volume kemasan kecil dan bahan mudah menguap, tutup kembali wadah segera setelah pengambilan agar konsentrasi larutan standar yang dibuat tetap akurat. Gunakan pipet kaca atau syringe bersih untuk mencegah kontaminasi silang antar isomer. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam. Jauhkan dari oksidator kuat dan sediakan penyerap tumpahan di dekat area kerja.
- Klein dkk. (2018). Viscosity and Surface Tension of Branched Alkanes 2-Methylnonane and 4-Methylnonane. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.8b00163
- Mdachi (2012). Synthesis of 8-methylnonane-1,6,7-trien-4-one and related allenes as potentially useful synthetic precursors. Bulletin of the Chemical Society of Ethiopia doi:10.4314/bcse.v26i1.11
- Guth dkk. (1999). Impact of 3‐methylnonane‐2,4‐dione on the flavor of oxidized soybean oil. Journal of the American Oil Chemists' Society doi:10.1007/s11746-999-0061-z
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
