TCI M0344 Leuco Crystal Violet, sering disingkat LCV, adalah bentuk tereduksi dan tidak berwarna dari zat warna kristal violet. Senyawa ini masuk dalam kategori pewarna dan pereaksi pewarnaan untuk keperluan riset dan eksperimen, dan nilainya justru terletak pada ketiadaan warna di kondisi awal. Ketika bertemu zat pengoksidasi yang sesuai, kerangka trifenilmetana pada LCV teroksidasi kembali menjadi kation kristal violet yang berwarna ungu pekat, sehingga perubahan warna itu dapat dibaca secara visual maupun diukur dengan spektrofotometer sebagai sinyal analitik.
Karakteristik yang membuat pereaksi ini dipilih adalah intensitas warna produk oksidasinya yang sangat kuat, sehingga sistem uji dapat mendeteksi keberadaan oksidan dalam kadar yang sangat kecil tanpa memerlukan instrumen rumit. Respons warnanya juga berlangsung cepat dan mudah diamati mata telanjang, suatu keunggulan praktis untuk uji lapangan maupun uji skrining. Karena bentuk leuko-nya peka terhadap oksidasi oleh udara dan cahaya, pereaksi ini menuntut penanganan yang rapi agar tidak menguning atau membiru sebelum digunakan. Kelarutannya lebih baik dalam medium asam atau pelarut organik tertentu dibandingkan air netral, sehingga larutan kerja biasanya disiapkan dengan penambahan asam.
Di laboratorium Indonesia, LCV dikenal pada laboratorium forensik untuk uji penampakan jejak darah laten, laboratorium pengujian kualitas air untuk penetapan sisa klor secara kolorimetri, serta laboratorium riset kimia analitik yang mengembangkan metode deteksi oksidan. Kemasan 25 g dan 250 g memberi pilihan antara kebutuhan pengujian rutin berskala kecil dan laboratorium layanan dengan volume sampel besar.
Produk TCI terkait
- TCI A5104 60662-33-1 Crystal Violet Nonahydrate [Ion association reagent for spectrophotometric analysis]
- TCI C2460 548-62-9 Crystal Violet [for Biochemical Research]
- TCI B0419 129-73-7 Leuco Malachite Green
- TCI B0482 637-31-0 Bindschedler's Green Leuco Base
- TCI B0207 1249-97-4 Benzoyl Leuco Methylene Blue
- TCI A5007 14936-97-1 Xylylazo Violet I [Spectrophotometric reagent for Mg]
- Uji penampakan jejak darah laten di laboratorium forensik, karena aktivitas peroksidase hemoglobin memicu oksidasi LCV menjadi warna ungu yang kontras pada permukaan.
- Penetapan sisa klor dalam air secara kolorimetri, sebab klor bebas mengoksidasi pereaksi tak berwarna ini menjadi kompleks berwarna yang serapannya dapat diukur.
- Deteksi dan penetapan hidrogen peroksida serta oksidan lain dengan bantuan katalis, mengingat sistemnya memberi respons warna kuat pada konsentrasi analit yang rendah.
- Pengembangan metode uji kolorimetri dan sensor kertas di laboratorium riset, karena perubahan dari tanpa warna menjadi ungu sangat mudah dibaca dan didokumentasikan.
- Praktikum kimia analitik mengenai reaksi redoks dan indikator, sebab mekanisme oksidasi bentuk leuko menjadi zat warna menjelaskan konsep indikator redoks secara nyata.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 603-48-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Stains and Dyes (for Research and Experimental Use) > Stains and Dyes (Other) |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 250 g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk yang praktis tidak berwarna hingga berwarna sangat muda |
| Penyimpanan | simpan terlindung cahaya di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat |
Karena bentuk leuko mudah teroksidasi oleh udara dan cahaya, simpan bahan dalam wadah aslinya yang kedap dan terlindung cahaya, di tempat sejuk dan kering, serta jauh dari oksidator seperti hipoklorit, peroksida, dan asam nitrat. Tutup wadah segera setelah penimbangan dan hindari membiarkan serbuk terpapar terbuka dalam waktu lama. Larutan kerja sebaiknya dibuat segar sesuai kebutuhan dan disimpan dalam botol gelap, karena larutan yang mulai berwarna ungu menandakan pereaksi telah teroksidasi dan hasil pengujian dapat bias. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, sebab zat warna golongan ini mudah menodai kulit, pakaian, dan permukaan meja kerja.
—
