TCI M0384 2-Methylpentane-2,4-diol, yang lebih dikenal luas sebagai heksilen glikol atau MPD, adalah diol alifatik berbentuk cairan kental dengan dua gugus hidroksil pada posisi 2 dan 4 dari rantai lima karbon bercabang. Kombinasi gugus hidroksil polar dan kerangka karbon bercabang memberi senyawa ini karakter ganda: larut dalam air sekaligus mampu bercampur dengan banyak pelarut organik. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai pelarut serbaguna, zat pengatur sifat permukaan, dan yang paling dikenal adalah sebagai agen pengendap dalam kristalisasi protein untuk keperluan biologi struktur.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah sifat amfifilik, titik didih yang relatif tinggi, kekentalan sedang, dan kemampuannya menurunkan aktivitas air di sekitar makromolekul secara bertahap. Dalam kristalisasi protein, sifat ini membuat molekul protein perlahan mencapai keadaan lewat jenuh sehingga terbentuk kristal tunggal yang tertata rapi, bukan endapan amorf. Senyawa ini juga berfungsi sebagai krioprotektan sehingga kristal dapat dibekukan langsung untuk pengukuran difraksi sinar-X tanpa terbentuk es yang merusak. Sifatnya yang higroskopis perlu diperhatikan karena memengaruhi konsentrasi larutan kerja.
Di Indonesia, reagen ini banyak dipakai pada laboratorium biokimia, bioteknologi, dan biologi struktur di universitas serta lembaga penelitian, selain juga dipakai sebagai pelarut dan bahan formulasi di laboratorium kimia terapan. Kemasan 25 mL sesuai untuk penyiapan larutan skrining kristalisasi yang volumenya kecil, sementara 500 mL cocok untuk pemakaian sebagai pelarut rutin. Sifat higroskopisnya menuntut wadah selalu tertutup rapat di tengah kelembapan udara tropis.
- Kristalisasi protein: berfungsi sebagai agen pengendap yang menurunkan kelarutan protein secara perlahan sehingga terbentuk kristal tunggal bermutu untuk analisis difraksi sinar-X.
- Krioprotektan kristal biomolekul: kemampuannya mencegah pembentukan kristal es membuat sampel dapat dibekukan cepat tanpa merusak keteraturan kisi kristal protein.
- Pelarut serbaguna laboratorium: kelarutannya dalam air maupun pelarut organik menjadikannya jembatan yang baik untuk melarutkan zat dengan kepolaran berbeda dalam satu sistem.
- Zat pengatur sifat permukaan: struktur amfifiliknya menurunkan tegangan permukaan larutan, berguna pada penyiapan formulasi, pembersihan, dan pengujian pembasahan skala laboratorium.
- Media penstabil biomolekul: penambahan terkendali membantu menjaga kelarutan dan kestabilan protein selama penyimpanan sementara serta penanganan larutan stok di meja kerja.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 107-41-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan kental, higroskopis, larut dalam air |
| Penyimpanan | simpan pada suhu ruang terkendali, wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan |
Simpan pada suhu ruang yang terkendali di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, dengan wadah selalu tertutup rapat karena bahan ini bersifat higroskopis dan akan menyerap uap air dari udara lembap. Botol kaca atau wadah asli dari produsen merupakan pilihan terbaik untuk menjaga konsentrasi larutan tetap konsisten. Untuk pemakaian kristalisasi protein, tuang secukupnya ke wadah kerja bersih dan jangan mengembalikan sisa ke botol induk agar tidak terjadi kontaminasi silang. Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung karena bahan dapat mengiritasi mata dan kulit. Hindari kontak dengan oksidator kuat, dan bersihkan tumpahan dengan lap penyerap lalu bilas area kerja.
—
