Trans-2-Methoxycinnamic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam industri farmasi dan kimia organik karena kemampuannya untuk berfungsi sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa aktif farmakologis. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan produk yang memiliki aktivitas biologis tertentu, seperti senyawa antitumor atau antioksidan.
Trans-2-Methoxycinnamic Acid memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang baik dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga memudahkan proses pemisahan dan reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan kimia organik dan farmakologi. Para peneliti dan mahasiswa menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan struktur tertentu, baik dalam penelitian dasar maupun aplikasi industri.
- Sintesis senyawa antitumor yang memerlukan struktur cinnamic acid sebagai dasar
- Pengembangan obat baru dengan aktivitas antioksidan yang tinggi
- Penelitian tentang efek biologis senyawa organik pada sel manusia
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi bahan aktif farmakologis
- Uji keterlarutan senyawa dalam berbagai pelarut untuk aplikasi farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1011-54-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Trans-2-Methoxycinnamic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah penurunan kualitas. Hindari paparan langsung sinar matahari dan udara lembap. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang memerlukan penanganan hati-hati untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
—
