Isocapronitrile (TCI M0458) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur nitril yang memungkinkan reaktivitas tinggi, sehingga sering dimanfaatkan dalam pembuatan senyawa organik, termasuk ester, amida, dan senyawa heterosiklik. Di laboratorium, Isocapronitrile digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan kimia organik.
Isocapronitrile memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap air dan bahan kimia lainnya. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan ideal untuk reaksi yang memerlukan kecepat dan presisi. Bahan ini juga memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk proses pemanasan dalam reaksi kimia yang membutuhkan suhu tinggi.
Di laboratorium Indonesia, Isocapronitrile sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam penelitian kimia organik. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen yang melibatkan sintesis senyawa baru, pengujian reaktivitas, dan pengembangan teknik pemrosesan kimia. Karena kehandalannya, Isocapronitrile menjadi salah satu bahan yang populer dalam lingkungan penelitian lokal.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi nitrilasi untuk pembentukan senyawa amida dan ester
- Pengujian reaktivitas senyawa nitril dalam berbagai kondisi kimia
- Pembuatan bahan baku untuk produksi material polimer dan komposit
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa nitril
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 542-54-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Isocapronitrile harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan reaktif. Bahan ini bersifat reaktif terhadap air dan bahan kimia lainnya, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati. Wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas, dan selalu diberi label yang jelas untuk menghindari kesalahan penggunaan. Di laboratorium, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung.
—

