2-Methyl-2-imidazoline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur dasar imidazol yang diperbaiki dengan substitusi metil pada posisi kedua. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa organik kompleks, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan bantu dalam analisis kimia. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama para ilmuwan dan peneliti dalam berbagai bidang ilmu kimia.
2-Methyl-2-imidazoline memiliki sifat kimia yang cukup reaktif, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi ring-opening. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina dan dimetil sulfoxida, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatannya. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, sintesis senyawa farmakologis, dan pengembangan bahan kimia baru. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini sebagai bahan baku dalam berbagai eksperimen untuk memenuhi kebutuhan penelitian ilmiah dan pendidikan.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi kimia dalam pembuatan bahan kimia industri
- Bahan bantu dalam analisis kimia untuk identifikasi senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 534-26-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan cahaya langsung. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti gelas atau plastik yang tidak bereaksi dengan senyawa ini. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- von Nordheim (2010). Naphazoline [2-(1-naphthyl-methyl-imidazoline)] as a Curative for the Treatment of Keratitis Punctata Superficialis and Dendritic Keratitis. Ophthalmologica doi:10.1159/000302967
- Lobana dkk. (2011). A Sandmeyer type reaction for bromination of 2-mercapto-1-methyl-imidazoline (N2C4H6S) into 2-bromo-1-methyl-imidazole (N2C4H5Br) in presence of copper(i) bromide. Dalton Transactions doi:10.1039/c1dt11327e
- Kovala-Demertzi dkk. (1995). Adducts of organotin(IV), tin(IV) and tin(II) halides with 1-methyl-imidazoline-2(3H)-thione (Hmimt) and imidazoline-2(1,3H)-thione (Himt). Synthesis, spectroscopic (IR, Mössbauer and 1H, 13C, 119Sn NMR) studies and in vitro antitumour activity. Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/0020-1693(95)04725-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
