Maltitol adalah sebuah senyawa karbohidrat yang digunakan secara luas dalam berbagai bidang ilmu kimia dan biologi. Sebagai gula alami yang tidak mengandung kalori, maltitol memiliki sifat stabil dan tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah, sehingga menjadi bahan alternatif yang populer dalam penelitian dan pengembangan produk. Dalam laboratorium, maltitol sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, serta sebagai substrat dalam reaksi biokimia yang melibatkan enzim.
Maltitol memiliki struktur molekuler yang khas, yaitu merupakan derivat dari maltosa dengan gugus hidroksil yang berbeda. Sifat kimia dan fisika maltitol yang stabil membuatnya cocok untuk penggunaan dalam kondisi laboratorium yang beragam, seperti reaksi kimia, analisis, dan pengujian. Karena tidak mudah terurai, maltitol juga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan berulang dalam penelitian.
Di laboratorium Indonesia, maltitol sering ditemukan dalam penelitian terkait nutrisi, farmakologi, dan bahan makanan. Produk ini juga digunakan dalam pembuatan bahan pengawet alami, serta dalam penelitian tentang penyakit metabolik. Karena ketersediaannya yang luas dan kestabilannya, maltitol menjadi pilihan utama para peneliti dan ilmuwan di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Maltitol digunakan dalam sintesis senyawa karbohidrat kompleks untuk penelitian biokimia.
- Bahan ini cocok untuk pengujian enzim yang memetabolisme karbohidrat kompleks.
- Maltitol sering dipakai dalam penelitian nutrisi untuk mengevaluasi dampak gula alami.
- Bahan ini digunakan dalam pembuatan bahan pengawet alami untuk industri makanan.
- Maltitol juga diterapkan dalam pengembangan produk farmasi yang tidak menyebabkan peningkatan gula darah.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 585-88-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat dalam bentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Maltitol sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan berlebihan. Karena bersifat hidrofilik, wadah harus terkunci rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan yang bisa mengubah sifat fisik bahan. Selama penyimpanan, pastikan area laboratorium tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kontaminasi. Penggunaan harus dilakukan dengan sarung tangan dan masker untuk menjaga keamanan dan kesehatan pekerja.
- Sahiner (2018). One step preparation of polymeric maltitol particles, from a sugar molecule, maltitol for biomedical applications. Materials Science and Engineering: C doi:10.1016/j.msec.2018.04.017
- Son dkk. (2018). Anti-blooming effect of maltitol and tagatose as sugar substitutes for chocolate making. LWT doi:10.1016/j.lwt.2017.09.018
- Nakheli dkk. (1999). The viscosity of maltitol. Journal of Physics: Condensed Matter doi:10.1088/0953-8984/11/41/303
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
