Methyl p-Tolylacetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan merupakan bagian dari keluarga senyawa eter. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa aromatik dan senyawa dengan struktur kompleks. Methyl p-Tolylacetate memiliki kestabilan yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kestabilan tinggi.
Senyawa ini memiliki sifat non-polar dan memiliki titik didih yang relatif tinggi, yang memudahkan proses pemanasan dan pencairan dalam reaksi kimia. Karena sifatnya yang non-polar, senyawa ini juga mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform. Sifat-sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi yang memerlukan kestabilan dan kelarutan yang baik.
Di laboratorium Indonesia, Methyl p-Tolylacetate digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan dalam proses pembuatan senyawa dengan struktur kompleks. Bahan ini juga sering digunakan dalam pendidikan untuk membantu mahasiswa memahami mekanisme reaksi kimia dan aplikasi praktis dari senyawa-senyawa tertentu.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks karena struktur molekulnya yang stabil
- Reaksi esterifikasi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi organik untuk mengevaluasi efisiensi reaksi
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis obat
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23786-13-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Methyl p-Tolylacetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit dan mata.
—
