2-Methylbenzyl Alcohol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai prekursor untuk produksi senyawa dengan struktur kompleks, baik dalam penelitian maupun pengembangan produk industri.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi substitusi, reduksi, dan oksidasi. Sifat kimianya yang baik memungkinkan senyawa ini untuk digunakan dalam berbagai kondisi reaksi, baik dalam lingkungan reaktif maupun netral. Keberagaman aplikasinya membuat senyawa ini menjadi pilihan yang populer dalam berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, 2-Methylbenzyl Alcohol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang sintesis senyawa aromatik dan derivatnya. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan produk farmasi, bahan kimia industri, dan penelitian material. Ketersediaannya dan keandalan kualitas menjadikannya bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan praktisi kimia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian kimia organik
- Pembuatan bahan aktif farmasi dalam pengembangan obat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan turunan benzena
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia industri
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 89-95-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Methylbenzyl Alcohol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik tahan bahan kimia. Dalam penanganan, harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
- Hasegawa dkk. (2000). Effect of the molar ratio of an energy source to the substrate on yeast-mediated production of 2-chloro-α-methylbenzyl alcohol. Journal of Bioscience and Bioengineering doi:10.1016/s1389-1723(00)88954-9
- Calvo dkk. (2006). High pressure vapour–liquid equilibria of the binary and some of the ternary and multicomponent mixtures of the carbon dioxide+acetic anhydride+α-methylbenzyl alcohol+acetic acid+α-methylbenzyl acetate system. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2006.04.011
- Scognamiglio dkk. (2012). Fragrance material review on α-methylbenzyl alcohol. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2011.10.010
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
