Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 15159-40-7

4-Morpholinylcarbonyl Chloride TCI M0935

4-Morpholinylcarbonyl Chloride TCI M0935

Identitas Kimia

No. CAS
15159-40-7
PubChem
CID 84810·SID 87572917
Rumus molekul
C5H8ClNO2
Berat molekul
149.57 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
morpholine-4-carbonyl chloride
SMILES
C1COCCN1C(=O)Cl
InChIKey
XMWFMEYDRNJSOO-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.881.600,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.881.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0935 4-Morpholinylcarbonyl Chloride dengan nomor CAS 15159-40-7 adalah karbamoil klorida heterosiklik yang menggabungkan cincin morfolin dengan gugus asil klorida pada atom nitrogennya. Senyawa ini merupakan reagen asilasi yang sangat berguna karena memungkinkan pemasangan fragmen morfolin-4-karbonil ke dalam molekul target hanya dalam satu langkah reaksi. Di laboratorium sintesis organik dan kimia medisinal, bahan ini berperan sebagai building block heterosiklik untuk membentuk urea, karbamat, dan amida yang mengandung motif morfolin.

Sifat yang menjadikannya pilihan utama adalah reaktivitas tinggi gugus karbamoil kloridanya terhadap nukleofil seperti amina, alkohol, fenol, dan tiol, biasanya dengan bantuan basa penangkap asam seperti trietilamina atau piridin. Fragmen morfolin yang diintroduksi memberikan nilai tambah tersendiri karena cincin ini banyak dipakai untuk memperbaiki kelarutan dalam air dan menyesuaikan sifat fisikokimia kandidat obat. Bahan ini berupa cairan sehingga mudah ditakar dengan syringe, namun ia sangat peka terhadap kelembapan dan terhidrolisis melepaskan hidrogen klorida bila terpapar uap air.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini umumnya dipakai kelompok riset kimia medisinal, sintesis organik, dan agrokimia di universitas serta lembaga penelitian yang membangun pustaka senyawa mengandung morfolin. Tantangan terbesar pada kondisi tropis adalah kelembapan udara yang tinggi, sehingga laboratorium perlu membiasakan teknik kerja bebas air dengan gas inert, jarum kering, dan septum yang rapat. Kemasan 25 g dan 100 g mendukung pemakaian riset skala kecil hingga optimasi rute sintesis.

  • Sintesis urea tersubstitusi dari amina primer dan sekunder, karena karbamoil klorida bereaksi cepat membentuk ikatan urea tanpa memerlukan reagen penggandeng tambahan.
  • Pembentukan karbamat dari alkohol dan fenol, sebab reagen ini memasang gugus morfolin-4-karbonil sebagai pelindung sekaligus fragmen fungsional pada satu langkah.
  • Pembangunan pustaka senyawa kimia medisinal, mengingat cincin morfolin sering digunakan untuk meningkatkan kelarutan air dan menyeimbangkan sifat fisikokimia molekul kandidat.
  • Derivatisasi analitik senyawa mengandung gugus hidroksil atau amina, karena penambahan fragmen morfolin karbonil mengubah polaritas dan memudahkan deteksi kromatografi.
  • Sintesis intermediet agrokimia dan bahan aktif, sebab motif karbamat dan urea yang dihasilkan merupakan kerangka umum pada banyak molekul bioaktif komersial.

Merek TCI, kode produk M0935
Nomor CAS 15159-40-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g dan 100 g
Bentuk fisik cairan yang peka terhadap kelembapan
Penyimpanan simpan sejuk, kering, tertutup rapat, sebaiknya di bawah gas inert

Reagen ini sangat peka terhadap air, sehingga harus disimpan di tempat sejuk dan kering dalam botol tertutup rapat, idealnya disegel dengan septum dan diselimuti gas inert seperti nitrogen atau argon. Gunakan syringe dan jarum kering untuk pengambilan, dan hindari membuka botol di udara terbuka karena hidrolisis akan melepaskan hidrogen klorida yang korosif serta menurunkan mutu reagen. Seluruh pekerjaan wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Jauhkan dari basa kuat, alkohol, dan amina saat penyimpanan. Netralkan tumpahan kecil dengan hati-hati menggunakan bahan penyerap inert sebelum dibuang sebagai limbah B3.

—