TCI M0955 3-Methyl-3-heptanol adalah alkohol tersier alifatik yang gugus hidroksilnya terikat pada karbon ketiga rantai heptana sekaligus mengemban cabang metil. Berbeda dengan isomer simetrisnya, penempatan gugus hidroksil yang tidak berada di tengah rantai menghasilkan molekul dengan pusat stereogenik dan lingkungan sterik yang asimetris. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini dipakai laboratorium sintesis untuk memperkenalkan kerangka alkil bercabang yang spesifik, sekaligus menjadi substrat yang menarik dalam kajian mekanisme reaksi maupun perbandingan reaktivitas antar isomer alkohol tersier.
Sifat yang membuatnya dipilih meliputi kestabilan karbokation tersier yang terbentuk saat protonasi dan pelepasan air, serta kecenderungan mengalami dehidrasi menghasilkan campuran alkena dengan pola regiokimia yang informatif. Ketidaksimetrisan strukturnya membuat reaksi eliminasi dapat menghasilkan lebih dari satu produk, sehingga senyawa ini bermanfaat untuk menguji aturan orientasi dan pengaruh kondisi reaksi terhadap selektivitas. Gugus hidroksil tersier juga relatif tahan terhadap oksidasi biasa, sehingga peneliti dapat mempertahankan fungsi ini selama transformasi di bagian lain molekul. Bentuk cair memudahkan pengukuran volumetrik yang presisi pada skala kecil.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini umumnya digunakan dalam penelitian kimia organik universitas, laboratorium pengembangan bahan aroma dan bahan antara, serta kegiatan pengajaran lanjutan yang membutuhkan substrat nyata untuk percobaan mekanisme. Kemasan 5 mL sangat sesuai dengan pola kerja tersebut karena satu botol cukup untuk beberapa rangkaian percobaan tanpa meninggalkan sisa berlebih. Ukuran ringkas ini juga menyederhanakan penyimpanan di lemari bahan mudah terbakar yang kapasitasnya sering terbatas.
- Kajian regioselektivitas reaksi eliminasi, karena struktur tak simetrisnya memungkinkan pembentukan beberapa produk alkena yang menarik untuk dianalisis secara perbandingan.
- Substrat percobaan substitusi nukleofilik unimolekuler, sebab karbokation tersier yang stabil memudahkan pengamatan laju reaksi serta pengaruh pelarut terhadapnya.
- Bahan antara sintesis eter dan ester bercabang, yang berguna ketika peneliti membutuhkan fragmen alkil terhalang untuk menyetel sifat fisik molekul.
- Bahan pembanding dalam analisis kromatografi gas dan spektrometri massa, karena pola fragmentasi alkohol tersier bercabang memberikan sidik jari yang khas.
- Penelitian senyawa aroma dan bahan antara terkait, mengingat alkohol alifatik bercabang sering menjadi kerangka dasar dalam pengembangan molekul berbau khas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5582-82-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 mL |
| Bentuk fisik | cairan (dikemas dalam satuan volume) |
| Penyimpanan | simpan rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi, jauh dari nyala api |
Letakkan botol tegak dengan tutup rapat di dalam lemari penyimpanan bahan organik yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi memadai, terpisah dari bahan pengoksidasi kuat serta sumber panas dan percikan. Lakukan pemindahan cairan di lemari asam menggunakan pipet bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi silang serta membatasi paparan uap. Kenakan sarung tangan nitril, pelindung mata, dan jas laboratorium sepanjang pekerjaan berlangsung. Tutup kembali botol segera setelah dipakai, beri label tanggal pembukaan, dan hindari menyimpan botol terbuka di atas meja kerja. Serap tumpahan dengan bahan penyerap inert, kumpulkan pada wadah limbah pelarut organik berlabel, dan bersihkan permukaan. Rujuk lembar data keselamatan produsen sebelum penanganan.
—
