Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5521-55-1

5-Methylpyrazine-2-carboxylic Acid TCI M1003

5-Methylpyrazine-2-carboxylic Acid TCI M1003

Identitas Kimia

No. CAS
5521-55-1
PubChem
CID 122831·SID 87572979
Rumus molekul
C6H6N2O2
Berat molekul
138.12 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-methylpyrazine-2-carboxylic acid
SMILES
CC1=CN=C(C=N1)C(=O)O
InChIKey
RBYJWCRKFLGNDB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

5-Methylpyrazine-2-carboxylic Acid dengan nomor CAS 5521-55-1 adalah building block heterosiklik dari TCI yang dibangun di atas cincin pirazina, yaitu cincin aromatik enam anggota dengan dua atom nitrogen pada posisi berhadapan. Cincin ini membawa gugus metil dan gugus asam karboksilat pada posisi tertentu, sehingga menghasilkan molekul yang sekaligus bersifat aromatik, mengandung nitrogen, dan memiliki gugus fungsi yang mudah dimodifikasi. Di laboratorium, senyawa ini menjadi bahan awal yang praktis untuk membangun molekul bioaktif maupun ligan koordinasi.

Sifat yang membuatnya banyak dipilih terletak pada kombinasi tiga hal. Pertama, cincin pirazina kaya nitrogen sehingga menyediakan pasangan elektron bebas yang dapat berkoordinasi dengan ion logam. Kedua, gugus asam karboksilat memberi titik reaksi langsung untuk pembentukan amida, ester, klorida asam, maupun garam. Ketiga, gugus metil menyumbang kestabilan sekaligus dapat dioksidasi menjadi gugus fungsi lain bila diperlukan. Kerangka pirazina juga dikenal sebagai motif yang sering muncul pada bahan aktif farmasi, sehingga senyawa ini menjadi titik masuk yang efisien menuju berbagai turunan. Wujud padatnya memudahkan penimbangan dan penyimpanan.

Di Indonesia, bahan ini digunakan laboratorium kimia medisinal, kelompok riset kimia anorganik yang mengembangkan kompleks logam, serta unit penelitian bahan baku farmasi. Kegiatan penelitian biasanya mencakup sintesis turunan amida untuk pengujian aktivitas biologis maupun pembuatan kerangka logam-organik. Tersedia dalam dua ukuran kemasan sehingga laboratorium dapat memulai dari percobaan penapisan kecil sebelum meningkatkan skala sintesis.

  • Sintesis senyawa antara farmasi berbasis pirazina, karena kerangka ini muncul pada sejumlah bahan aktif sehingga menjadi titik awal sintesis yang efisien.
  • Pembentukan turunan amida untuk penapisan aktivitas biologis, sebab gugus asam karboksilatnya mudah dikopling dengan beragam amina menggunakan reagen kopling standar.
  • Ligan dalam kimia koordinasi, mengingat dua atom nitrogen cincin dan gugus karboksilat mampu mengikat ion logam membentuk kompleks dengan geometri beragam.
  • Pembangunan kerangka logam-organik berpori, karena gugus karboksilatnya berperan sebagai penghubung jembatan antar pusat logam dalam struktur kristalin teratur.
  • Kajian hubungan struktur dan aktivitas, sebab gugus metil pada cincin menyediakan titik modifikasi lanjutan untuk membandingkan sifat antar turunan yang disintesis.

Merek TCI
Nomor CAS 5521-55-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari basa kuat, bahan pengoksidasi, serta kelembapan tinggi yang dapat menyebabkan serbuk menggumpal. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali pengambilan, lalu tutup kembali botol segera agar mutu bahan terjaga. Lakukan penimbangan di area berventilasi baik atau di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, masker debu, dan jas laboratorium selama bekerja.

—