TCI M1047 Methyl alpha-D-Galactopyranoside Monohydrate adalah glikosida metil dari D-galaktosa dalam bentuk monohidrat, dengan konfigurasi anomerik alfa yang terkunci. Senyawa ini merupakan reagen penting dalam bidang glikosains, yaitu cabang ilmu yang mempelajari peran karbohidrat dalam sistem biologis. Di laboratorium, bahan ini berfungsi sebagai ligan model, substrat uji enzim, sekaligus senyawa pembanding pada berbagai percobaan yang melibatkan pengenalan gula oleh protein. Karena gugus anomeriknya sudah termetilasi, senyawa ini tidak mengalami mutarotasi seperti galaktosa bebas, sehingga memberikan sistem uji yang jauh lebih terdefinisi bagi peneliti.
Sifat utama yang membuatnya banyak dipilih adalah kestabilan konfigurasi alfa pada pusat anomerik serta ketersediaan empat gugus hidroksil bebas yang dapat dimodifikasi secara selektif. Kestabilan ini penting karena banyak lektin dan enzim glikosidase bersifat sangat spesifik terhadap konfigurasi anomerik substratnya. Selain itu, senyawa ini larut baik dalam air sehingga mudah disiapkan sebagai larutan stok untuk uji biokimia. Bentuk monohidratnya merupakan padatan kristalin yang stabil dan mudah ditimbang; kandungan air kristal ini perlu diperhitungkan ketika peneliti menghitung konsentrasi molar larutan yang dibuat.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini banyak dimanfaatkan kelompok riset biokimia, bioteknologi, mikrobiologi, dan farmasi, terutama pada penelitian lektin tumbuhan lokal, kajian enzim mikroba, serta pengembangan metode kromatografi afinitas. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan: ukuran kecil untuk penapisan awal dan percobaan skala meja, sedangkan ukuran besar untuk kegiatan rutin seperti elusi kolom afinitas yang membutuhkan larutan gula dalam jumlah relatif banyak.
Brosur TCI (PDF)
Produk TCI terkait
- TCI N0492 7493-95-0 4-Nitrophenyl alpha-D-Galactopyranoside [Substrate for alpha-D-Galactosidase]
- TCI M1933 3601-36-3 Methyl 2,3,6-Tri-O-benzoyl-alpha-D-galactopyranoside
- TCI B3470 97753-82-7 5-Bromo-3-indolyl beta-D-Galactopyranoside [for Biochemical Research]
- TCI B3201 7240-90-6 5-Bromo-4-chloro-3-indolyl beta-D-Galactopyranoside [for Biochemical Research]
- TCI P2078 183875-28-7 Phenyl 2-O-Acetyl-3,4,6-tri-O-benzyl-1-thio-beta-D-galactopyranoside
- TCI P1326 2818-58-8 Phenyl beta-D-Galactopyranoside
- Uji pengikatan lektin: dipakai sebagai ligan galaktosa terdefinisi untuk menguji dan memetakan spesifisitas lektin pengikat galaktosa pada percobaan hemaglutinasi maupun uji inhibisi.
- Elusi kromatografi afinitas: berperan sebagai gula kompetitor yang melepaskan protein pengikat galaktosa dari matriks kolom secara lembut tanpa merusak struktur protein target.
- Substrat uji alpha-galaktosidase: digunakan untuk menilai aktivitas dan selektivitas enzim yang menghidrolisis ikatan glikosidik alfa pada penelitian enzimologi dan bioteknologi pangan.
- Sintesis oligosakarida: berfungsi sebagai akseptor glikosil dengan gugus anomerik terlindung, memudahkan proteksi selektif hidroksil menuju pembangunan rantai karbohidrat yang lebih panjang.
- Senyawa standar analitik: dimanfaatkan sebagai pembanding pada analisis HPLC, KLT, maupun spektroskopi NMR untuk identifikasi dan kuantifikasi turunan galaktosida dalam sampel penelitian.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 34004-14-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin (monohidrat) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, terlindung dari kelembapan |
Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan udara agar kandungan air kristal tetap konsisten dan padatan tidak menggumpal. Gunakan botol kaca atau wadah plastik berkualitas laboratorium dengan penutup ulir yang rapat, dan pertimbangkan penyimpanan di desikator bila ruang laboratorium cenderung lembap seperti umumnya di Indonesia. Larutan stok berair sebaiknya disiapkan segar, disaring steril bila digunakan untuk uji biologis, dan disimpan dingin untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Gunakan sendok bersih dan kering setiap kali mengambil bahan, serta kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium.
—
