Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2716-53-2

Monoelaidin TCI M1075

Monoelaidin TCI M1075

Identitas Kimia

No. CAS
2716-53-2
PubChem
CID 5364833·SID 87573043
Rumus molekul
C21H40O4
Berat molekul
356.5 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,3-dihydroxypropyl (E)-octadec-9-enoate
SMILES
CCCCCCCC/C=C/CCCCCCCC(=O)OCC(CO)O
InChIKey
RZRNAYUHWVFMIP-MDZDMXLPSA-N
Harga reguler Rp 2.386.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.386.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1075 adalah Monoelaidin, monogliserida yang tersusun dari gliserol dan asam elaidat, yaitu asam lemak berantai delapan belas karbon dengan satu ikatan rangkap berkonfigurasi trans. Senyawa ini termasuk kelompok lipid dan banyak digunakan pada penelitian biokimia serta biofisika membran. Perannya di laboratorium adalah sebagai lipid model dengan geometri rantai yang terdefinisi jelas, sehingga peneliti dapat mempelajari bagaimana bentuk molekul lipid memengaruhi penataan fase, kelengkungan membran, dan perilaku antarmuka tanpa terganggu oleh variasi komposisi seperti pada lipid alami campuran.

Keunikan monoelaidin terletak pada konfigurasi trans ikatan rangkapnya. Rantai asil trans bersifat lebih lurus dibandingkan rantai cis yang tertekuk, sehingga pengemasan molekulnya lebih rapat dan perilaku transisi fasenya berbeda secara nyata dari analog cis seperti monoolein. Perbedaan yang tajam inilah yang menjadikannya bahan pembanding bernilai tinggi dalam kajian polimorfisme lipid, pembentukan fase mesofasa, serta pengaruh isomeri geometri terhadap sifat fisik lipid. Gugus hidroksil bebas pada gliserol menambah karakter amfifilik yang membuatnya aktif di antarmuka air dan minyak, sementara struktur tunggalnya yang murni memudahkan interpretasi data eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini dipakai pada riset biokimia lipid, biofisika membran, teknologi pangan yang mengkaji lemak trans, serta farmasi yang mengembangkan sistem pembawa berbasis lipid. Penelitian mengenai dampak lemak trans terhadap sifat pangan dan kesehatan membuat bahan pembanding seperti ini penting dimiliki laboratorium analisis. Kemasan 1 gram sudah memadai karena percobaan lipid biasanya hanya memerlukan jumlah kecil, sehingga mutu bahan tetap terjaga sepanjang masa penggunaan.

  • Lipid model pada kajian biofisika membran, karena rantai trans yang lurus memberikan pola pengemasan molekul berbeda dari lipid cis sehingga perbandingan eksperimental menjadi tajam.
  • Penelitian polimorfisme dan transisi fase lipid, sebab perilaku kristalisasi monoelaidin dapat diamati dengan kalorimetri diferensial maupun difraksi sinar-X sudut kecil.
  • Senyawa pembanding analisis lemak trans, mengingat identitas geometrinya pasti sehingga membantu verifikasi metode kromatografi yang memisahkan isomer cis dan trans.
  • Studi pembentukan mesofasa lipid untuk sistem pengantaran obat, karena monoasilgliserol tak jenuh dikenal mampu membentuk struktur kubik dan heksagonal yang menarik diteliti.
  • Substrat penelitian enzim lipolitik, sebab perbedaan geometri rantai memungkinkan peneliti menguji selektivitas enzim terhadap isomer cis maupun trans secara langsung.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1075
Nomor CAS 2716-53-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan menyerupai lilin pada suhu ruang
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya dan udara, wadah tertutup rapat

Karena mengandung ikatan rangkap yang rentan terhadap oksidasi, monoelaidin sebaiknya disimpan di tempat sejuk dan gelap sesuai anjuran label, dalam wadah tertutup rapat dan bila memungkinkan di bawah atmosfer gas inert untuk memperlambat proses oksidasi. Hindari paparan udara dan cahaya yang berkepanjangan serta jauhkan dari oksidator kuat dan sumber panas. Gunakan spatula kering dan bersih pada setiap pengambilan, dan biarkan wadah dingin mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Larutan induk sebaiknya disiapkan dalam vial tertutup berlabel lengkap dan digunakan dalam waktu wajar.

  • Yaghmur dkk. (2012). Self-Assembled Nanostructures of Fully Hydrated Monoelaidin–Elaidic Acid and Monoelaidin–Oleic Acid Systems. Langmuir doi:10.1021/la3019716
  • Kulkarni (2011). Nanostructural Studies on Monoelaidin–Water Systems at Low Temperatures. Langmuir doi:10.1021/la201235h
  • Chung dkk. (1995). Polymorphism, mesomorphism, and metastability of monoelaidin in excess water. Biophysical Journal doi:10.1016/s0006-3495(95)80065-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.