Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 3143-02-0

3-Methyl-3-oxetanemethanol TCI M1136

3-Methyl-3-oxetanemethanol TCI M1136
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1136 3-Methyl-3-oxetanemethanol adalah alkohol yang membawa cincin oksetana beranggota empat pada strukturnya. Cincin oksetana merupakan eter siklik kecil yang menyimpan tegangan cincin cukup besar, dan justru tegangan itulah yang menjadikannya menarik baik sebagai gugus reaktif maupun sebagai motif struktural. Senyawa ini memiliki gugus hidroksil primer bebas yang siap direaksikan tanpa mengganggu cincin, sehingga peneliti dapat memasang cincin oksetana ke dalam molekul lain melalui esterifikasi, eterifikasi, maupun reaksi dengan isosianat, lalu memanfaatkan cincin tersebut pada tahap berikutnya.

Kegunaannya bertumpu pada dua sifat sekaligus. Pertama, cincin oksetana dapat dibuka melalui polimerisasi kationik, menjadikan senyawa ini bahan penting dalam pembuatan polimer dan resin yang mengeras oleh sinar ultraviolet. Kedua, dalam kimia medisinal cincin oksetana dihargai sebagai pengganti gugus gem-dimetil maupun karbonil karena memberi volume ruang serupa namun meningkatkan kelarutan dalam air dan mengubah profil metabolik molekul. Gugus hidroksil primernya bersifat reaktif namun tidak terlalu terhalang secara sterik, sehingga reaksi pengikatan berlangsung lancar. Wujudnya berupa cairan bening yang mudah ditakar dan dicampur dengan berbagai pelarut organik.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak diminati oleh kelompok riset polimer, pelapis fotokuring, dan tinta cetak, serta kelompok kimia medisinal yang mengembangkan senyawa kandidat obat. Kemasan 5 g dan 25 g cukup untuk pekerjaan penyiapan monomer, uji formulasi kecil, maupun sintesis bertahap senyawa target. Pilihan kemasan bertingkat ini membantu laboratorium menyesuaikan pengeluaran dengan tahapan penelitian, mulai dari uji kelayakan awal hingga pengulangan percobaan untuk validasi data.

  • Monomer polimerisasi kationik pembuka cincin, karena tegangan cincin oksetana menyediakan gaya dorong reaksi yang cukup untuk membentuk rantai polieter secara terkendali.
  • Bahan penyusun resin pelapis yang mengeras dengan sinar ultraviolet, sebab sistem berbasis oksetana memberikan penyusutan rendah dan daya rekat baik pada berbagai substrat.
  • Bahan awal sintesis polimer hiperbercabang dan dendrimer, karena kombinasi gugus hidroksil bebas dengan cincin yang dapat dibuka memungkinkan pertumbuhan struktur bercabang secara bertahap.
  • Penyedia motif oksetana dalam kimia medisinal, sebab cincin ini menggantikan gugus gem-dimetil atau karbonil sambil memperbaiki kelarutan dan kestabilan metabolik senyawa kandidat.
  • Prekursor penyiapan turunan ester, eter, dan uretan bergugus oksetana, karena gugus hidroksil primernya mudah direaksikan tanpa membuka cincin pada kondisi netral atau basa.

Merek TCI
Nomor CAS 3143-02-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan bening tidak berwarna hingga kuning sangat muda, agak kental
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari asam, sesuai keterangan pada label produsen

Simpan wadah dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk dan kering. Hal terpenting adalah menjauhkan bahan ini dari asam kuat maupun uap asam, karena kondisi asam dapat memicu pembukaan cincin oksetana dan polimerisasi yang tidak dikehendaki di dalam botol. Gunakan peralatan kaca yang bersih dan kering, serta hindari kontak dengan katalis kationik yang tersisa pada alat. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena cairan dapat mengiritasi kulit dan mata. Kerjakan pemindahan bahan di lemari asam dan buang sisa melalui jalur limbah organik laboratorium.

—