4-Methyl-3-penten-2-one adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur tertentu. Senyawa ini memiliki struktur alkena dan gugus karboksilat, sehingga dapat berfungsi sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi Diels-Alder, reaksi hidrasi, dan reaksi substitusi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun molekul yang lebih kompleks, baik dalam penelitian farmakologi maupun sintesis senyawa organik.
Karakteristik utama senyawa ini termasuk keberadaan gugus alkena yang reaktif dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan kecepat dan efisiensi. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan bahan baku dalam produksi obat dan bahan kimia industri
- Reaksi kimia untuk memperoleh senyawa dengan struktur tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa alkena
- Penggunaan dalam reaksi Diels-Alder untuk pembentukan senyawa siklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 141-79-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan dingin. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan kacamata. Selalu pastikan bahwa area penyimpanan tidak terbuka dan tidak terkena paparan udara bebas.
—
