Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 14542-13-3

2-Methoxythiazole TCI M1753

2-Methoxythiazole TCI M1753

Identitas Kimia

No. CAS
14542-13-3
PubChem
CID 575451·SID 87559042
Rumus molekul
C4H5NOS
Berat molekul
115.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-methoxy-1,3-thiazole
SMILES
COC1=NC=CS1
InChIKey
MJJRDTKNLLMJDJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 717.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 717.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1753 2-Methoxythiazole adalah senyawa heterosiklik beranggota lima yang mengandung atom nitrogen dan belerang dalam satu cincin, dengan gugus metoksi terpasang pada posisi 2. Cincin tiazol merupakan salah satu kerangka heterosiklik paling penting dalam kimia organik dan kimia medisinal, karena dijumpai pada berbagai produk alami serta bahan aktif farmasi. Sebagai blok pembangun heterosiklik, senyawa ini menyediakan kerangka siap pakai yang menghemat langkah pembentukan cincin, sehingga peneliti dapat langsung memusatkan perhatian pada pemasangan gugus fungsi sesuai rancangan molekul target mereka.

Sifat yang menjadikannya menarik adalah pola elektronik cincin tiazol yang dipadukan dengan gugus metoksi pendonor elektron. Gugus metoksi pada posisi 2 meningkatkan kerapatan elektron cincin sehingga memengaruhi regioselektivitas reaksi metalasi maupun substitusi pada posisi 4 dan 5. Atom nitrogen cincin bersifat basa lemah dan dapat berkoordinasi dengan logam transisi, sifat yang bermanfaat pada rancangan ligan dan katalisis. Gugus metoksi juga dapat berperan sebagai penyedia gugus pergi pada kondisi tertentu, membuka jalur menuju turunan 2-amino atau 2-tio-tiazol yang bernilai dalam penelitian.

Di Indonesia, senyawa seperti ini banyak dipakai kelompok riset kimia medisinal, kimia bahan, dan sintesis organik di universitas serta lembaga penelitian pemerintah. Kemasan 5 g cocok untuk optimasi kondisi reaksi dan penjajakan rute sintesis, sementara kemasan 25 g mendukung pengulangan reaksi serta peningkatan skala pada tahap lanjut proyek penelitian. Kesesuaian ukuran ini membantu laboratorium menjaga efisiensi penggunaan bahan sepanjang siklus riset.

  • Blok pembangun sintesis kimia medisinal, karena kerangka tiazol banyak dijumpai pada senyawa bioaktif sehingga mempercepat penyusunan pustaka molekul untuk penapisan aktivitas.
  • Substrat reaksi metalasi terarah, sebab pengaruh elektronik gugus metoksi membantu mengarahkan deprotonasi ke posisi cincin tertentu dengan selektivitas yang dapat diandalkan.
  • Bahan awal sintesis ligan heterosiklik, karena atom nitrogen tiazol mampu berkoordinasi dengan pusat logam transisi pada rancangan katalis homogen dan kompleks koordinasi.
  • Prekursor turunan 2-substitusi tiazol, sebab gugus metoksi dapat dipertukarkan pada kondisi tertentu untuk menghasilkan variasi 2-amino maupun 2-tio yang diminati peneliti.
  • Bahan pembanding pada analisis spektroskopi heterosiklik, karena pola serapan dan geseran kimianya khas sehingga berguna menafsirkan spektrum senyawa tiazol lain.

Merek TCI
Nomor CAS 14542-13-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, gelap, dan tertutup rapat sesuai petunjuk label

Simpan dalam botol kaca bertutup rapat di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari panas dan nyala api. Banyak senyawa tiazol berbau tajam, sehingga seluruh pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam yang berfungsi normal. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak langsung dengan kulit maupun penghirupan uap. Tutup kembali wadah segera setelah penggunaan untuk membatasi penguapan dan penyebaran bau. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat dan asam kuat. Kelola tumpahan dengan penyerap inert dan buang sebagai limbah kimia sesuai prosedur laboratorium.

  • Hartung dkk. (2005). 4‐ and 4,5‐Substituted N‐Methoxythiazole‐2(3H)‐thiones – Preparation,UV/Vis Spectra, and Assignment of Electronic Transitions in Comparison to N‐Methoxypyridine‐2(1H)‐thione Using Time‐Dependent Density Functional Theory Calculations. European Journal of Organic Chemistry doi:10.1002/ejoc.200400674

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.