Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 26456-05-3

10-Methylacridinium Perchlorate TCI M1787

10-Methylacridinium Perchlorate TCI M1787

Identitas Kimia

No. CAS
26456-05-3
PubChem
CID 11808515·SID 87559032
Rumus molekul
C14H12ClNO4
Berat molekul
293.70 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
10-methylacridin-10-ium perchlorate
SMILES
C[N+]1=C2C=CC=CC2=CC3=CC=CC=C31.[O-]Cl(=O)(=O)=O
InChIKey
UTTIEKPPJSQKJC-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.326.150,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.326.150,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

10-Methylacridinium Perchlorate adalah garam akridinium sederhana yang terdiri atas kation akridinium bermetil pada atom nitrogen, tanpa substituen pada posisi 9, berpasangan dengan anion perklorat. Senyawa ini dikenal luas di laboratorium sebagai penerima hidrida dan penerima elektron, serta sebagai model kimia untuk mempelajari reaksi transfer hidrida yang menyerupai kerja koenzim NAD⁺ pada sistem biologis. Perannya di meja kerja peneliti adalah menyediakan oksidan organik terdefinisi yang reaksinya dapat diikuti dengan mudah melalui perubahan warna maupun pengukuran spektroskopi.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kekurangan elektron yang nyata pada kerangka akridinium bermuatan positif, sehingga posisi C-9 menjadi sangat elektrofilik dan siap menerima hidrida untuk membentuk 10-metilakridan yang netral. Pasangan akridinium/akridan ini menjadi sistem redoks reversibel yang sangat berguna untuk kajian mekanisme. Selain itu, sistem aromatik terfusinya menyerap cahaya tampak dan berpendar, sehingga reaksi transfer elektron dapat dipantau melalui pemadaman fluoresensi. Sebagai organokatalis, senyawa ini bekerja tanpa logam transisi sehingga produk terbebas dari residu logam.

Pada laboratorium di Indonesia, senyawa ini umum dipakai pada riset katalisis, fotokimia, dan kimia bioanorganik model di perguruan tinggi serta lembaga penelitian. Karena digunakan dalam jumlah kecil sebagai katalis atau reagen model, kemasan 250 mg memadai untuk percobaan penjajakan dan penelitian tugas akhir, sedangkan kemasan 1 g cocok bagi kelompok riset yang menjalankan banyak percobaan mekanistik secara berkelanjutan.

Brosur TCI (PDF)

  • Studi transfer hidrida: bertindak sebagai penerima hidrida model untuk menelaah mekanisme reaksi yang meniru perilaku koenzim NAD⁺ pada sistem biologis.
  • Katalisis fotoredoks: keadaan tereksitasinya bersifat pengoksidasi kuat sehingga dapat memulai reaksi transfer elektron tunggal di bawah penyinaran cahaya tampak.
  • Kajian mekanisme transfer elektron: pasangan akridinium dan akridan membentuk sistem redoks reversibel yang mudah diikuti secara spektroskopi maupun voltametri.
  • Uji pemadaman fluoresensi: sifat berpendar kerangka akridinium dimanfaatkan mengukur laju pemadaman dan menentukan efisiensi transfer elektron antarmolekul.
  • Reaksi oksidasi organik: digunakan sebagai oksidan organik terdefinisi pada transformasi yang membutuhkan pengambilan elektron atau hidrida secara terkendali.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1787
Nomor CAS 26456-05-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Organocatalysts [Catalysis]
Ukuran kemasan 250 mg dan 1 g
Bentuk fisik garam akridinium berbentuk padatan ionik; rujuk label dan SDS resmi untuk keterangan rinci
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap; jauhkan dari panas, gesekan, dan bahan mudah terbakar

Sebagai garam perklorat, senyawa ini bersifat pengoksidasi dan harus ditangani dengan kehati-hatian khusus. Hindari pemanasan berlebihan, penggerusan kuat, benturan, dan gesekan; jangan menyimpan berdekatan dengan pelarut mudah terbakar, serbuk logam, atau reduktor kuat. Simpan dalam wadah kaca amber yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya, karena senyawa akridinium peka terhadap penyinaran. Timbang hanya sejumlah yang diperlukan menggunakan spatula non-logam di dalam lemari asam, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan sisa dan limbah secara terpisah mengikuti prosedur penanganan bahan pengoksidasi yang berlaku.

  • Bhanja dkk. (2023). Regioselective synthesis of phenanthridine-fused quinazolinones using a 9-mesityl-10-methylacridinium perchlorate photocatalyst. Chemical Communications doi:10.1039/d3cc00537b
  • Pramanik dkk. (2020). Dithioacetalization or thioetherification of benzyl alcohols using 9-mesityl-10-methylacridinium perchlorate photocatalyst. Chemical Communications doi:10.1039/d0cc02352c
  • Otera dkk. (1991). Activation of ketene silyl acetals by 10-methylacridinium perchlorate: a novel catalysis in mukaiyama reaction. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)79935-7

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.