Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 104641-59-0

(S)-1-Methyl-3-pyrrolidinol TCI M1938

(S)-1-Methyl-3-pyrrolidinol TCI M1938

Identitas Kimia

No. CAS
104641-59-0
PubChem
CID 643504·SID 87560087
Rumus molekul
C5H11NO
Berat molekul
101.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(3S)-1-methylpyrrolidin-3-ol
SMILES
CN1CC[C@@H](C1)O
InChIKey
FLVFPAIGVBQGET-YFKPBYRVSA-N
Harga reguler Rp 1.510.950,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.510.950,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(S)-1-Methyl-3-pyrrolidinol dengan nomor CAS 104641-59-0 merupakan pasangan enansiomer dari bentuk R, yakni amino alkohol siklik berbasis cincin pirolidin dengan gugus metil pada nitrogen dan gugus hidroksil pada posisi tiga dalam konfigurasi S. Sebagai chiral building block, senyawa ini menyediakan pusat kiral yang sudah terbentuk sehingga peneliti dapat langsung merakit molekul target dengan stereokimia terkendali. Pendekatan ini menghemat waktu kerja laboratorium secara signifikan karena menghindari tahap resolusi campuran rasemat yang biasanya hanya memberikan rendemen maksimal separuh dari bahan awal yang digunakan.

Sifat yang membuat senyawa ini menarik adalah ukurannya yang ringkas namun kaya fungsi. Amina tersier bersifat nukleofilik dan basa sehingga mudah dikuaternerkan atau dijadikan situs koordinasi logam, sementara alkohol sekunder pada posisi tiga menjadi titik sambung untuk esterifikasi, eterifikasi, maupun konversi menjadi gugus pergi. Konfigurasi S memberi orientasi ruang yang berbeda dari bentuk R, dan perbedaan orientasi inilah yang sering menentukan apakah sebuah molekul dapat berikatan kuat dengan target biologisnya. Karena itu banyak laboratorium menyediakan kedua enansiomer secara bersamaan untuk keperluan perbandingan yang adil dan sistematis.

Dalam praktik riset di Indonesia, bahan ini dipakai pada program penelitian sintesis asimetris, pengembangan kandidat obat, dan penyiapan intermediet farmasi di lingkungan universitas maupun lembaga penelitian. Pilihan kemasan 1 gram dan 5 gram memudahkan penyesuaian dengan tahap penelitian: kemasan kecil untuk penjajakan kondisi reaksi dan uji kelayakan rute, kemasan lebih besar untuk sintesis berulang saat rute sudah mapan dan kebutuhan bahan meningkat.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis enansioselektif: menghadirkan konfigurasi S secara langsung pada molekul target sehingga produk akhir tidak memerlukan pemisahan enansiomer yang boros bahan.
  • Penyiapan intermediet farmasi: kerangka N-metilpirolidinol merupakan fragmen yang sering dijumpai pada molekul bioaktif berbasis amina siklik.
  • Sintesis ligan dan auksiliari kiral: gugus amina dan hidroksil dapat diubah menjadi kerangka pengarah stereokimia pada reaksi katalitik asimetris.
  • Studi perbandingan enansiomer: digunakan berdampingan dengan bentuk R untuk mengukur kontribusi stereokimia terhadap potensi dan selektivitas senyawa.
  • Modifikasi gugus fungsi: alkohol sekunder mudah diubah menjadi mesilat atau tosilat untuk membuka jalur substitusi nukleofilik lanjutan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 104641-59-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

Tempatkan botol di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari asam kuat serta bahan pengoksidasi. Sifat higroskopis amino alkohol menuntut botol dibuka sesingkat mungkin; bila tersedia, alirkan gas inert ke ruang kepala botol sebelum ditutup kembali agar mutu bahan terjaga lebih lama. Ambil cairan memakai jarum suntik atau pipet kaca yang bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi silang. Gunakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pelindung, serta bekerja di dalam lemari asam karena amina basa dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Periksa lembar data keselamatan sebelum memulai.

—