Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 13220-33-2

1-Methyl-3-pyrrolidinol TCI M2115

1-Methyl-3-pyrrolidinol TCI M2115

Identitas Kimia

No. CAS
13220-33-2
PubChem
CID 93074·SID 468592197
Rumus molekul
C5H11NO
Berat molekul
101.15 g/mol
Kemurnian
>97.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-methylpyrrolidin-3-ol
SMILES
CN1CCC(C1)O
InChIKey
FLVFPAIGVBQGET-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.545.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.545.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M2115 1-Methyl-3-pyrrolidinol adalah senyawa amino alkohol siklik yang menggabungkan cincin pirolidin lima anggota dengan gugus hidroksil pada posisi 3 dan gugus metil pada atom nitrogen. Struktur sederhana namun serbaguna ini menjadikannya blok pembangun heterosiklik yang banyak dipakai dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Di laboratorium, senyawa ini kerap menjadi titik awal pembuatan zat antara farmasi, karena motif N-metilpirolidin sangat sering ditemukan pada molekul obat yang memerlukan basa amina dengan kelarutan air yang memadai.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah adanya dua gugus fungsi yang berbeda reaktivitasnya dalam satu molekul kecil. Gugus hidroksil sekunder dapat dioksidasi menjadi keton, diubah menjadi gugus pergi melalui mesilasi atau tosilasi, disubstitusi melalui reaksi Mitsunobu, atau diesterifikasi dan dieterifikasi sesuai kebutuhan. Sementara itu, nitrogen tersier yang sudah termetilasi tidak memerlukan gugus pelindung tambahan sehingga menyederhanakan rangkaian sintesis. Adanya pusat stereogenik pada posisi 3 juga menjadikannya bahan yang relevan untuk kajian stereokimia dan pemisahan enantiomer. Bentuk cairnya memudahkan pemindahan volumetrik dan pencampuran dengan pelarut polar.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini pada riset sintesis zat antara obat di fakultas farmasi dan kimia, serta pada pengembangan metode sintesis organik tingkat lanjut. Kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan antara percobaan optimasi skala kecil dan pembuatan zat antara dalam jumlah yang lebih besar.

  • Sintesis zat antara farmasi, karena motif N-metilpirolidin dengan gugus hidroksil merupakan kerangka umum pada banyak senyawa aktif yang memerlukan basa amina.
  • Prekursor 1-metil-3-pirolidinon melalui oksidasi, sebab alkohol sekunder pada cincin dapat diubah menjadi keton reaktif untuk pembentukan ikatan karbon berikutnya.
  • Substrat reaksi Mitsunobu dan substitusi nukleofilik, karena gugus hidroksil mudah diaktifkan menjadi gugus pergi dengan inversi konfigurasi terkendali.
  • Pembuatan eter dan ester terfungsionalisasi, mengingat gugus hidroksil bereaksi dengan alkil halida maupun turunan asam karboksilat pada kondisi yang relatif ringan.
  • Kajian kimia stereoselektif dan resolusi kiral, sebab pusat stereogenik pada posisi 3 memungkinkan pengujian metode pemisahan maupun reduksi asimetris.

Merek TCI
Nomor CAS 13220-33-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat

Simpan cairan ini dalam wadah kaca tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun api. Sebagai amino alkohol, senyawa ini bersifat higroskopis dan dapat menyerap uap air serta karbon dioksida dari udara, sehingga wadah sebaiknya segera ditutup kembali setelah digunakan dan bila perlu diberi lapisan gas inert. Pemindahan dilakukan dengan pipet atau jarum suntik kering di dalam lemari asam karena amina bersifat basa dan dapat mengiritasi kulit, mata, serta saluran pernapasan. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium.

—