Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 55750-53-3

6-Maleimidohexanoic Acid, CAS 55750-53-3, TCI M2338

6-Maleimidohexanoic Acid, CAS 55750-53-3, TCI M2338

Identitas Kimia

No. CAS
55750-53-3
PubChem
CID 573683·SID 160871405
Rumus molekul
C10H13NO4
Berat molekul
211.21 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
6-(2,5-dioxopyrrol-1-yl)hexanoic acid
SMILES
C1=CC(=O)N(C1=O)CCCCCC(=O)O
InChIKey
WOJKKJKETHYEAC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.041.200,00
Harga reguler Rp 1.442.700,00 Harga obral Rp 2.041.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

6-Maleimidohexanoic Acid adalah pereaksi penaut heterobifungsional yang menggabungkan cincin maleimida reaktif terhadap tiol dengan gugus asam karboksilat bebas, dihubungkan oleh rantai heksanoat berenam atom karbon. Di laboratorium kimia hayati, senyawa ini berperan sebagai jembatan kovalen antara biomolekul bergugus tiol dan biomolekul bergugus amina: maleimida menangkap sistein bebas, sedangkan karboksilat diaktivasi menjadi ester aktif untuk berikatan dengan lisina atau amina primer lain. Reagen ini juga menjadi bahan antara klasik menuju pembuatan ester NHS penaut berspacer panjang.

Keunggulan yang membuatnya dipilih terletak pada panjang spacer heksanoat yang lebih besar dibandingkan analog rantai pendek. Jarak tambahan tersebut mengurangi halangan sterik antara dua makromolekul yang disatukan, sehingga situs pengikatan antibodi atau situs aktif enzim tetap leluasa bekerja setelah konjugasi. Selektivitas maleimida terhadap tiol pada pH mendekati netral tetap terjaga, sementara reaksi karboksilat dapat dijalankan pada tahap terpisah. Kombinasi ini memberi kendali penuh atas urutan konjugasi, rasio penaut terhadap protein, dan homogenitas produk akhir.

Di laboratorium Indonesia, reagen ini lazim dipakai pada riset imunodiagnostik, pengembangan konjugat enzim-antibodi untuk uji berbasis pelat, serta penelitian penghantaran obat dan biomaterial di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Pilihan kemasan 1 g dan 5 g memudahkan penyesuaian antara tahap optimasi metode yang menggunakan sedikit bahan dan tahap produksi konjugat rutin yang membutuhkan pasokan lebih stabil.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis penaut berspacer panjang untuk konjugat antibodi, karena rantai heksanoat memberi jarak sterik yang menjaga aktivitas pengikatan antigen setelah proses konjugasi selesai.
  • Pembuatan ester NHS turunan maleimida, sebab gugus karboksilat bebas mudah diaktivasi menjadi ester aktif yang siap bereaksi dengan amina protein.
  • Konjugasi enzim pelapor pada uji imunologi, mengingat maleimida mengikat tiol enzim secara spesifik sehingga konjugat yang terbentuk relatif terdefinisi dan dapat direproduksi.
  • Penelitian konjugat obat-antibodi, karena penaut ini menghubungkan muatan obat bergugus amina dengan sistein antibodi melalui dua tahap reaksi yang terpisah.
  • Fungsionalisasi permukaan nanopartikel dan biomaterial, sebab reagen ini menyediakan titik tambat kovalen stabil dengan fleksibilitas rantai yang membantu keterjangkauan ligan terhadap target.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 55750-53-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Linkers and Crosslinkers
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan/serbuk pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari kelembapan; ikuti label serta lembar data produk

Simpan dalam wadah tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan gelap, jauh dari uap basa maupun kelembapan tinggi karena cincin maleimida dapat terbuka menjadi turunan asam maleamat yang tidak lagi reaktif terhadap tiol. Wadah kaca bertutup ulir dengan segel serta penyimpanan dalam desikator sangat membantu menjaga mutu reagen. Siapkan larutan induk secara segar dalam pelarut anhidrat seperti dimetilformamida atau dimetil sulfoksida sesaat sebelum dipakai. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di dalam lemari asam karena serbuk bersifat iritan.

  • Sahatsapan dkk. (2018). 6-Maleimidohexanoic acid-grafted chitosan: A new generation mucoadhesive polymer. Carbohydrate Polymers doi:10.1016/j.carbpol.2018.08.119
  • Dumkliang dkk. (2020). Preparation and Evaluation of 6-Maleimidohexanoic Acid Grafted Chitosan Nanoparticles as a Novel Carrier for Intranasal Protein Delivery. Key Engineering Materials doi:10.4028/www.scientific.net/kem.859.214
  • Kida dkk. (2007). Studies on Heterobifunctional Cross-Linking Reagents, 6-Maleimidohexanoic Acid Active Esters. Chemical and Pharmaceutical Bulletin doi:10.1248/cpb.55.685

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.