TCI M2361 Myricitrin adalah glikosida flavonoid alami yang tersusun dari aglikon mirisetin yang terikat pada gula ramnosa. Bahan ini masuk dalam kategori glikosains, yaitu bidang yang mempelajari peran karbohidrat dan senyawa berikatan gula dalam sistem biologis. Di laboratorium, myricitrin umumnya digunakan sebagai standar rujukan pada analisis fitokimia serta sebagai bahan uji dalam penelitian yang menelaah aktivitas biologis senyawa flavonoid, termasuk kajian antioksidan dan interaksi flavonoid glikosida dengan berbagai sistem seluler.
Karakteristik yang membuat myricitrin banyak dicari adalah kombinasi kerangka flavonol yang kaya gugus hidroksil dengan satu unit gula ramnosa. Banyaknya gugus hidroksil pada cincin B mirisetin menjadi dasar kemampuannya berperan sebagai penangkap radikal bebas, sementara bagian gula meningkatkan kelarutannya dalam pelarut polar dibandingkan aglikon bebasnya. Perbedaan perilaku antara bentuk glikosida dan aglikon inilah yang sering dijadikan objek perbandingan dalam penelitian, baik pada studi ekstraksi maupun pada pengujian aktivitas biologis di tingkat sel.
Laboratorium fitokimia dan bahan alam di Indonesia banyak menggunakan standar flavonoid seperti ini, mengingat kekayaan tumbuhan lokal yang menjadi objek penelitian. Standar dengan identitas terjamin diperlukan untuk memastikan identifikasi puncak kromatogram berjalan tepat. Kemasan 10 mg dan 50 mg sesuai untuk penyiapan larutan standar serta rangkaian uji aktivitas berskala laboratorium.
Brosur TCI (PDF)
- Polyphenols 2024-12-05 · hal. 1
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 11
- Reagents for Glyco Chemistry & Biology 5th Edition · hal. 64
- Standar rujukan analisis HPLC ekstrak tumbuhan, karena identitas senyawa yang terjamin memungkinkan konfirmasi puncak kromatogram pada profil fitokimia sampel.
- Penelitian aktivitas antioksidan, sebab banyaknya gugus hidroksil fenolik pada kerangka mirisetin mendasari kemampuannya menangkap radikal bebas dalam uji laboratorium.
- Studi perbandingan glikosida dan aglikon, mengingat keberadaan gula ramnosa mengubah kelarutan serta perilaku senyawa dibandingkan bentuk mirisetin bebasnya.
- Kajian enzim glikosidase, karena ikatan glikosidik ramnosa pada molekul ini dapat dijadikan substrat untuk menguji aktivitas enzim pemutus ikatan gula.
- Penelitian bahan alam dan kimia medisinal, sebab flavonoid glikosida menjadi objek kajian aktif dalam pencarian senyawa bioaktif dari sumber tumbuhan.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 17912-87-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 10 mg dan 50 mg |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung dari cahaya |
Senyawa flavonoid mudah mengalami oksidasi dan peruraian bila terpapar cahaya maupun udara lembap, sehingga myricitrin sebaiknya disimpan dingin dalam wadah tertutup rapat yang tidak tembus cahaya, misalnya vial kaca berwarna gelap. Jauhkan dari sumber panas dan bahan pengoksidasi. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani bahan. Mengingat kemasannya kecil, lakukan penimbangan secara cermat dan segera tutup kembali wadah setelah pengambilan.
- Oroojan dkk. (2021). Effects of Myricitrin and Solid Lipid Nanoparticle-Containing Myricitrin on Reproductive System Disorders Induced by Diabetes in Male Mouse. The World Journal of Men's Health doi:10.5534/wjmh.190010
- Zhu dkk. (2014). Inhibition of catechol-o-methyltransferase (COMT) by myricetin, dihydromyricetin, and myricitrin. Die Pharmazie doi:10.31083/ph.2014.3840
- Lu dkk. (2016). Myricitrin inhibits osteoclastogenesis. Journal of Orthopaedic Translation doi:10.1016/j.jot.2016.06.087
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
