3-Methyl-4-nitropyrazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur dasar pyrazole yang dipermodifikasi dengan gugus metil dan nitro, sehingga memiliki reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks yang memiliki aplikasi dalam bidang farmakologi, material, dan kimia organik.
Karakteristik utama dari 3-Methyl-4-nitropyrazole adalah kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan metanol, serta kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Keunggulan senyawa ini terletak pada stabilitasnya dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reagen kimia. Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur heterosiklik kompleks.
Di laboratorium Indonesia, 3-Methyl-4-nitropyrazole digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Bahan ini sering ditemukan dalam proyek penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur heterosiklik yang dapat dimodifikasi untuk berbagai tujuan.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam pembuatan senyawa baru
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa kimia
- Pembuatan bahan baku untuk produksi material kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5334-39-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
3-Methyl-4-nitropyrazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari konsumsi atau inhalasi.
—
