Methyl 4-Aminosalicylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian kimia untuk membangun struktur molekul kompleks. Sebagai building block, senyawa ini menjadi bahan dasar yang sangat penting dalam laboratorium, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Dalam proses sintesis, senyawa ini berperan sebagai komponen aktif yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen lain untuk menghasilkan senyawa target.
Methyl 4-Aminosalicylate memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti substitusi, reduksi, dan oksidasi. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kestabilan dalam kondisi tertentu. Selain itu, senyawa ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi senyawa farmakologis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia medisinal. Bahan ini juga menjadi bahan bantu dalam penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur tertentu atau reaktivitas spesifik. Dengan keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur aminosalisilat
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediet dalam proses produksi farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4136-97-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Methyl 4-Aminosalicylate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan bahan kimia berbahaya seperti asam kuat atau bahan oksidatif. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menjaga keamanan. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan bahan ini dalam penelitian.
—
