p-Tolyl Salicylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari gugus salisilat yang terikat pada rantai tolyl. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, kosmetik, dan material. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, p-Tolyl Salicylate menjadi pilihan yang populer dalam berbagai reaksi kimia.
p-Tolyl Salicylate memiliki sifat kimia yang tidak mudah bereaksi secara spontan, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan di laboratorium. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, seperti etil asetat dan eter. Karena sifat fisik dan kimianya yang konsisten, senyawa ini cocok untuk digunakan dalam berbagai skala eksperimen, baik kecil maupun besar.
Di laboratorium Indonesia, p-Tolyl Salicylate sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan peneliti dalam bidang farmasi dan kimia organik. Karena ketersediaan dan kualitasnya yang baik, senyawa ini sangat relevan dalam pengembangan produk baru dan penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik kompleks sebagai bahan baku
- Pengembangan produk farmasi dan kosmetik dengan sifat tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas dan struktur molekuler
- Uji kelayakan dalam proses pembuatan bahan kimia industri
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam laboratorium kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 607-88-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
p-Tolyl Salicylate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan panas. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Bahan ini bersifat tidak beracun dalam kondisi normal, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Selama penyimpanan, pastikan area laboratorium tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
