Ethyl Acetylsalicylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam industri farmasi dan produksi bahan baku obat, terutama dalam pembuatan obat analgesik dan antiinflamasi. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis tertentu.
Ethyl Acetylsalicylate memiliki sifat kimia stabil dan mudah larut dalam pelarut organik. Karakteristik ini memudahkan proses pemanasan, pencampuran, dan reaksi kimia dalam laboratorium. Selain itu, senyawa ini memiliki aroma yang khas, yang dapat digunakan sebagai indikator visual dalam proses sintesis tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl Acetylsalicylate sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proyek yang berkaitan dengan sintesis senyawa obat atau bahan baku industri. Bahan ini juga menjadi pilihan dalam pendidikan tingkat universitas untuk eksperimen praktikum kimia.
- Sintesis senyawa obat analgesik dan antiinflamasi karena struktur kimia yang mirip dengan asetilsalisilat
- Pengujian aktivitas biologis senyawa organik dalam penelitian farmakologi
- Eksperimen kimia organik untuk memahami reaksi substitusi dan esterifikasi
- Pembuatan bahan baku untuk produk kosmetik dan farmasi
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 529-68-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethyl Acetylsalicylate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati dalam proses eksperimen.
- Wang dkk. (2026). Ethyl acetylsalicylate (E-ASA) protects against myocardial ischemia–reperfusion injury. Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology doi:10.1007/s00210-026-05308-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







