2-Methyl-2-phenoxypropionic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi laboratorium, baik untuk pembuatan senyawa farmasi maupun bahan kimia industri. Sebagai building block, senyawa ini memainkan peran penting dalam reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi, yang memungkinkan pembentukan senyawa dengan struktur yang lebih kompleks.
Dalam laboratorium, senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini memiliki struktur molekul yang memungkinkan reaksi dengan berbagai reaktan lain, seperti alkohol, asam, atau basa. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati dan penggunaan dalam lingkungan yang terkendali.
Di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di universitas dan lembaga penelitian. Bahan ini sering digunakan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif biologis atau bahan kimia industri. Dengan ketersediaan yang cukup, senyawa ini menjadi pilihan yang relevan untuk kebutuhan laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa farmasi untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan bahan aktif dalam formulasi kosmetik dan produk perawatan kulit
- Reaksi esterifikasi dalam produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang senyawa dengan aktivitas biologis
- Penggunaan dalam reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 943-45-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan udara |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara bebas. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
