TCI M3108 Mdivi-1 adalah senyawa bioaktif yang dikenal luas sebagai penghambat pembelahan mitokondria dan banyak digunakan pada penelitian apoptosis serta dinamika organel. Senyawa ini bekerja dengan mengganggu proses fisi mitokondria yang diperantarai protein DRP1, sehingga jaringan mitokondria di dalam sel cenderung tetap memanjang dan tidak terfragmentasi. Peranannya di laboratorium adalah sebagai alat kimiawi untuk menguji seberapa besar kontribusi fragmentasi mitokondria terhadap jalur kematian sel, pelepasan sitokrom c, serta respons sel terhadap tekanan oksidatif maupun cedera iskemia-reperfusi.
Alasan utama pemilihan Mdivi-1 adalah kemampuannya memberikan efek yang cepat dan dapat diamati langsung melalui mikroskopi fluoresensi, karena perubahan morfologi mitokondria merupakan pembacaan visual yang jelas. Senyawa ini berbentuk padatan yang stabil dalam penyimpanan kering dan mudah dilarutkan dalam DMSO untuk membuat larutan induk berkonsentrasi tinggi. Kemasan 10 mg dan 50 mg dirancang untuk kebutuhan penelitian skala laboratorium, di mana konsentrasi kerja yang digunakan umumnya berada pada kisaran mikromolar sehingga satu kemasan kecil dapat menunjang banyak rangkaian percobaan.
Di Indonesia, Mdivi-1 banyak dipakai oleh laboratorium biomedis, kelompok riset kardiovaskular, dan pusat studi neurosains yang menelaah peran mitokondria pada kematian sel. Kemasan miligram cocok dengan pola penelitian berbasis hibah yang menjalankan percobaan bertahap. Senyawa ini mudah dipadukan dengan pewarna potensial membran mitokondria, uji aktivitas kaspase, maupun pencitraan sel hidup yang sudah tersedia di banyak fasilitas riset perguruan tinggi.
- Penghambatan fisi mitokondria pada kultur sel, karena senyawa ini menargetkan mekanisme pembelahan organel sehingga morfologi jaringan mitokondria dapat dimanipulasi secara terkendali.
- Penelitian apoptosis dan pelepasan sitokrom c, sebab fragmentasi mitokondria berkaitan erat dengan permeabilisasi membran luar yang memicu kaskade kematian sel.
- Studi cedera iskemia-reperfusi pada model sel, karena penghambatan fisi membantu menilai apakah kerusakan mitokondria merupakan penyebab atau akibat dari cedera tersebut.
- Pencitraan sel hidup dengan mikroskopi fluoresensi, sebab perubahan bentuk mitokondria dari terfragmentasi menjadi memanjang memberi pembacaan visual yang tegas dan mudah dikuantifikasi.
- Penelitian neurodegenerasi dan stres oksidatif, karena dinamika mitokondria berperan penting pada kelangsungan hidup neuron yang sangat bergantung pada pasokan energi.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 338967-87-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Apoptosis |
| Ukuran kemasan | 10 mg dan 50 mg |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk (konfirmasikan pada keterangan lot) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produsen |
Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari paparan cahaya langsung, mengikuti suhu penyimpanan yang tercantum pada label. Karena kemasan berukuran kecil, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk. Larutan induk sebaiknya dibagi dalam aliquot kecil bertutup rapat dan diberi label lengkap. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata selama penimbangan, serta bekerja di area berventilasi baik. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan salurkan seluruh sisa bahan ke wadah limbah kimia laboratorium.
- Smith dkk. (2017). To mdivi‐1 or not to mdivi‐1: Is that the question?. Developmental Neurobiology doi:10.1002/dneu.22519
- Suzuki (2012). Tumor-selective sensitization of NSCLC to TRAIL by Mdivi-1. Lung Cancer doi:10.1016/j.lungcan.2012.05.029
- (2026). Editor's Note: “Mdivi-1, a mitochondrial fission inhibitor, reduces angiotensin-II- induced hypertension by mediating VSMC phenotypic switch” [Biomed. Pharmacother. 140 (2021) 111689]. Biomedicine & Pharmacotherapy doi:10.1016/j.biopha.2026.119384
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
