Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 70476-82-3

Mitoxantrone Dihydrochloride TCI M3110

Mitoxantrone Dihydrochloride TCI M3110

Identitas Kimia

No. CAS
70476-82-3
PubChem
CID 51082·SID 468592271
Rumus molekul
C22H30Cl2N4O6
Berat molekul
517.4 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,4-dihydroxy-5,8-bis[2-(2-hydroxyethylamino)ethylamino]anthracene-9,10-dione;dihydrochloride
SMILES
C1=CC(=C2C(=C1NCCNCCO)C(=O)C3=C(C=CC(=C3C2=O)O)O)NCCNCCO.Cl.Cl
InChIKey
ZAHQPTJLOCWVPG-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.724.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.724.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3110 Mitoxantrone Dihydrochloride adalah reagen penelitian farmasi golongan antrasenadion yang digunakan secara luas pada kajian mekanisme kerja obat antikanker di tingkat sel dan molekul. Senyawa ini dikenal mampu menyisip di antara pasangan basa DNA sekaligus mengganggu kerja enzim topoisomerase II, sehingga menimbulkan kerusakan untai DNA dan menghentikan pembelahan sel. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai senyawa acuan untuk mempelajari respons kerusakan DNA, mekanisme resistensi obat, serta perbandingan potensi kandidat senyawa baru terhadap standar yang sudah mapan. Produk ini ditujukan khusus untuk keperluan eksperimen, bukan untuk penggunaan pada manusia.

Bentuk garam dihidroklorida menjadi alasan utama pemilihannya karena memberikan kelarutan yang jauh lebih baik dalam media berair dibandingkan bentuk basa bebasnya, sehingga larutan induk dapat dibuat tanpa bergantung sepenuhnya pada pelarut organik. Senyawa ini juga memiliki warna biru tua yang khas dan sifat berfluoresensi, yang secara praktis memudahkan peneliti mengamati penyerapan serta distribusinya di dalam sel menggunakan mikroskopi atau sitometri alir. Kemasan 25 mg dan 100 mg memberikan pilihan bagi laboratorium yang menjalankan uji skala kecil maupun rangkaian percobaan berulang.

Di Indonesia, reagen ini umum digunakan pada laboratorium farmakologi, pusat penelitian kanker di rumah sakit pendidikan, serta program pascasarjana bidang farmasi dan bioteknologi. Perannya sering sebagai kontrol positif pada uji sitotoksisitas berbasis kultur sel seperti MTT atau MTS, sehingga hasil pengujian ekstrak bahan alam maupun senyawa sintesis lokal memiliki pembanding yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

  • Kontrol positif pada uji sitotoksisitas berbasis kultur sel, karena responsnya yang kuat dan konsisten memberi titik acuan bagi pengujian senyawa kandidat baru.
  • Penelitian penghambatan topoisomerase II, sebab senyawa ini merupakan model klasik untuk mempelajari bagaimana gangguan enzim tersebut memicu kerusakan untai DNA.
  • Studi interkalasi DNA dan respons kerusakan genom, karena interaksinya dengan pasangan basa dapat dipantau melalui berbagai teknik biofisika dan biologi molekuler.
  • Penelitian resistensi obat dan pompa efluks, sebab senyawa berwarna dan berfluoresensi ini memudahkan pengukuran akumulasi serta pengeluaran zat dari dalam sel.
  • Analisis siklus sel dan apoptosis dengan sitometri alir, karena penghentian pembelahan sel yang ditimbulkannya menghasilkan perubahan distribusi fase yang mudah diukur.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 70476-82-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Research Reagents (untuk keperluan eksperimen)
Ukuran kemasan 25 mg dan 100 mg
Bentuk fisik padatan berwarna biru tua yang larut dalam air
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produsen

Senyawa ini bersifat sitotoksik sehingga penanganannya harus dilakukan dengan kewaspadaan penuh. Timbang dan larutkan di dalam lemari asam atau biosafety cabinet dengan sarung tangan ganda, jas laboratorium lengan panjang, masker, dan pelindung mata. Simpan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya karena senyawa berwarna ini peka terhadap paparan sinar. Larutan induk sebaiknya disiapkan dalam wadah bertutup rapat, dibagi menjadi aliquot kecil, dan diberi label peringatan sitotoksik. Hindari terbentuknya debu dan tumpahan; seluruh sisa bahan, wadah, serta alat sekali pakai harus dibuang melalui jalur limbah sitotoksik institusi.

  • Kumar dkk. (2022). Mitoxantrone dihydrochloride, an FDA approved drug, binds with SARS-CoV-2 NSP1 C-terminal. RSC Advances doi:10.1039/d1ra07434b
  • Tzur-Balter dkk. (2013). Engineering porous silicon nanostructures as tunable carriers for mitoxantrone dihydrochloride. Acta Biomaterialia doi:10.1016/j.actbio.2012.12.010
  • Tzur-Balter dkk. (2012). Designing porous silicon-based microparticles as carriers for controlled delivery of mitoxantrone dihydrochloride. Journal of Materials Research doi:10.1557/jmr.2012.299

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.