Monomethyl Succinate (MMS) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu komponen dari keluarga asam sitrat, MMS memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk membangun struktur molekul kompleks, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam konteks laboratorium, MMS berperan sebagai bahan bantu yang sangat fleksibel, memungkinkan para peneliti untuk menghasilkan senyawa dengan sifat tertentu sesuai kebutuhan eksperimen.
Monomethyl Succinate memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah bereaksi secara spontan, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, sehingga memudahkan dalam proses pelarutan dan reaksi kimia. Kelebihan ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas dan kestabilan tinggi.
Dalam lingkungan laboratorium Indonesia, Monomethyl Succinate sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi alat penting dalam pengembangan senyawa baru, pengujian reaktivitas, dan pengembangan metode sintesis yang lebih efisien. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini tanpa harus mengimpor dari luar negeri.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan bahan dasar reaktif dan stabil
- Pengembangan metode kimia untuk produksi senyawa non-heterosiklik
- Uji reaktivitas senyawa dalam kondisi tertentu untuk penelitian kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis farmakologis
- Penelitian tentang struktur molekul dan sifat kimia senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3878-55-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Monomethyl Succinate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca, dan harus tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan. Dalam penanganan, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, terutama saat mengambil atau mengolah bahan ini. Karena sifat kimia yang stabil, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus, tetapi tetap harus dihindari dari paparan berlebihan atau kontak langsung.
- Zawalich (1992). Biochemical mechanisms involved in monomethyl succinate-induced insulin secretion. Endocrinology doi:10.1210/en.131.2.649
- Zawalich dkk. (1992). Biochemical mechanisms involved in monomethyl succinate-induced insulin secretion.. Endocrinology doi:10.1210/endo.131.2.1322278
- Ivan Franko National University of Lviv dkk. (2025). Ethanol in vitro does not affect the oxidative processes of hepatocyte mitochondria upon glucose, pyruvate, or monomethyl succinate oxidation. Visnyk of Lviv University. Biological series doi:10.30970/vlubs.2025.94.10
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
