Mirin adalah senyawa kimia yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini digunakan sebagai bahan baku dalam penelitian terkait senyawa aktif biologis, seperti dalam pengembangan obat, analisis senyawa organik, dan uji aktivitas biologis. Mirin memiliki struktur molekuler yang kompleks, sehingga memungkinkan interaksi spesifik dengan berbagai protein dan enzim dalam sistem biologis.
Mirin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Karena sifat ini, Mirin sering digunakan dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi, seperti dalam sintesis senyawa baru atau uji aktivitas antioksidan. Keunikan Mirin terletak pada kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai substrat, sehingga menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Mirin digunakan secara luas dalam penelitian ilmu hayat dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan Mirin sebagai bahan dasar dalam eksperimen yang berkaitan dengan aktivitas biologis dan sintesis senyawa organik. Produk ini juga menjadi bagian dari kebutuhan peneliti lokal yang ingin mengembangkan solusi inovatif dalam bidang kesehatan dan lingkungan.
- Penelitian aktivitas antioksidan untuk pengembangan produk kesehatan
- Sintesis senyawa organik dalam bidang farmakologi dan biokimia
- Uji interaksi molekuler dalam penelitian biologi molekuler
- Analisis komponen kimia dalam produk alam dan bahan biologis
- Pengembangan obat baru melalui uji aktivitas biologis senyawa aktif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1198097-97-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Bioactive Compounds |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara, dalam suhu dingin |
Mirin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu rendah, sekitar 4–8°C, sangat dianjurkan untuk mempertahankan stabilitasnya. Karena sifatnya yang sensitif, Mirin harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan peralatan pelindung yang sesuai seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan pengaruh lingkungan.
- (2000). Mirin Honored. Psychiatric News doi:10.1176/appi.pn.2000.35.1.12
- Yamamoto dkk. (2021). Metabolomic investigation of differences in components and taste between hon-mirin and mirin-like-seasoning. Journal of Bioscience and Bioengineering doi:10.1016/j.jbiosc.2021.08.011
- Plan (2024). Why does the CJEU talk in hypotheticals? The Mirin case beyond Gender Recognition. European Law Blog doi:10.21428/9885764c.085a6cc3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
