Mono-6-O-(p-toluenesulfonyl)-beta-cyclodextrin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian terkait pengembangan obat dan sistem pengantaran obat (drug delivery systems). Senyawa ini berperan sebagai agen pengikat atau kompleksator yang membantu dalam meningkatkan stabilitas dan efisiensi senyawa aktif farmakologis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk memodifikasi sifat fisik dan kimia obat, sehingga memungkinkan penyerapan yang lebih baik di tubuh manusia.
Mono-6-O-(p-toluenesulfonyl)-beta-cyclodextrin memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkannya berikatan dengan berbagai molekul aktif. Sifat ini menjadikannya pilihan utama dalam penelitian tentang sistem pengantaran obat yang lebih efektif dan spesifik. Senyawa ini juga memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi reaksi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian farmakologi, kimia farmakologi, dan pengembangan obat. Peneliti lokal sering menggunakannya untuk memperbaiki sifat obat yang kurang optimal, seperti kelarutan dan stabilitas. Dengan adanya senyawa ini, peneliti dapat mengembangkan formulasi obat yang lebih aman dan efektif untuk kebutuhan kesehatan masyarakat.
- Pengembangan sistem pengantaran obat untuk meningkatkan efisiensi penyerapan obat
- Penelitian tentang interaksi molekuler antara obat dan bahan pengikat
- Modifikasi sifat fisik dan kimia senyawa aktif farmakologis
- Studi tentang stabilitas dan kelarutan obat dalam lingkungan biologis
- Pengujian kinerja obat dalam formulasi yang lebih kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 67217-55-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Drug Delivery Systems (DDS) |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan. Karena bersifat kimia, penanganannya harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak rusak atau terbuka untuk mencegah kontaminasi atau kebocoran. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan senyawa selama penggunaan di laboratorium.
—
